Amien Rais Tuding Ada Super Minister di Kabinet Jokowi

Amien Rais - Antara/Muhammad Adimaja
02 Juli 2020 18:47 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengkritik menteri-menteri pilihan Presiden Jokowi di tengah meningkatnya isu perombakan kabinet (reshuffle).

Dia menuturkan sejak awal sudah khawatir karena hampir sepertiga dari menteri yang menduduki kabinet saat ini tidak memiliki sifat kerakyatan. Amien pun menyindir lantar belakang dan kinerja tiga menteri, yaitu Menteri Pendidikan, Menteri BUMN, dan menteri yang terlalu berkuasa.

BACA JUGA: Amien Rais Minta Jokowi Berkaca pada Nasib Soeharto: Ditinggal Menterinya Jadi Keropos

"Jadi, seorang CEO ojol [ojek online] tiba-tiba mengurusi kementerian besar, Kementerian Pendidikan Nasional," katanya dalam video yang diunggah di akun Instagram @amienraisofficial, Kamis (2/7/2020).

Sosok yang dimaksud merupakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Gojek. Selanjutnya, dia menyindir kiprah kursi Menteri BUMN yang saat ini ditempati oleh pengusaha Erick Thohir. Menurut Amien Rais, sosok Eric Thohir dinilai sebagai orang yang hanya memikirkan uang.

BACA JUGA: Kapan New Normal Diterapkan di DIY? Ini Jawaban Sultan

Dia juga memberi contoh sikap Erick yang gemar membeli saham klub sepak bola dan basket.

"Seorang yang juga pemain uang, pikirannya hanya uang. Bagaimana dia malah memikirkan membeli saham di Inter Milan Eropa, kemudian klub-klub basket ball di dalam dan luar negeri, tiba-tiba jadi mengurusi BUMN kita," imbuhnya.

Terakhir, Amien Rais menyindir sosok menteri yang memiliki kekuasaan atau kekuatan lebih dibandingkan menteri-menteri lain di Kabinet Indonesia Maju.

Namun, dia tidak memberikan petunjuk lebih detail terkait siapa dan posisi menteri yang dimaksud. "Ada lagi yang merasa super minister, merasa tahu semuanya memborong dan lain-lain. Ini kan tidak sehat begitu," jelasnya.

BACA JUGA: Sultan Sebut Tak Ada Pilihan, Pariwisata DIY Harus Dibuka

Mantan Ketua MPR itu juga mempertanyakan langkah Sekretariat Kabinet yang mengunggah video Presiden Joko Widodo marah saat rapat kabinet beberapa waktu silam.

Amein Rais menilai video tersebut mencitrakan satu-satunya yang benar dan berkinerja baik hanya Presiden Jokowi, bukan para menterinya. Namun, dia menilai cara pemerintah memperlihatkan isi video rapat tersebut sudah terlambat.

Sebaiknya, lanjutnya, video itu tidak perlu diumumkan ke publik. Justru kesalahan fatal. Pasalnya, kemarahan Presiden yang awalnya terbatas malah dipublikasikan.

"Semua orang malah mengetahui dan umumnya ini jadi back lash. Kalau mau reshuffle, ya reshuffle. Jangan pilih yang begitu lagi dan harus cepat," ucap Amien Rais.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia