Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Negara-negara yang berhasil menurunkan tingkat infeksi virus Corona tak boleh terlena. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan ancaman gelombang kedua penyebaran virus dalam waktu dekat jika tindakan untuk menghentikan wabah dilonggarkan terlalu cepat.
“Dunia masih di tengah-tengah gelombang pertama wabah virus Corona," ujar Kepala Kedaruratan WHO Dr Mike Ryan dalam sebuah pengarahan online seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (26/5/2020).
Dia mencatat bahwa meski kasus-kasus menurun di banyak negara, peningkatan terjadi di Amerika Tengah dan Selatan, Asia Selatan dan Afrika.
Ryan mengatakan epidemi sering datang dalam beberapa gelombang sehingga wabah Corona bisa kembali datang dan mencapai puncak pada akhir tahun ini di tempat-tempat gelombang pertama telah mereda. Ada juga kemungkinan bahwa tingkat infeksi dapat naik lagi lebih cepat jika langkah-langkah untuk menghentikan gelombang pertama terlalu cepat dilonggarkan.
"Ketika kita berbicara tentang gelombang kedua secara klasik, apa yang sering kita maksudkan adalah akan ada gelombang pertama penyakit dengan sendirinya, dan kemudian muncul kembali berbulan-bulan kemudian. Dan itu mungkin menjadi kenyataan bagi banyak negara dalam waktu beberapa bulan," kata Ryan.
"Tetapi kita juga harus menyadari fakta bahwa penyakit ini dapat melonjak kapan saja. Kita tidak dapat membuat asumsi bahwa hanya karena penyakit sedang dalam perjalanan menurun akan terus turun."
“Kita punya waktu beberapa bulan untuk bersiap-siap menghadapi gelombang kedua dan mungkin mendapatkan puncak kedua dalam gelombang ini,” katanya.
Ryan mengatakan negara-negara di Eropa dan Amerika Utara harus terus memprioritaskan kesehatan masyarakat dan langkah-langkah sosial selain langkah-langkah pengawasan untuk memastikan lintasan menurun dan tidak mengalami puncak kedua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Sebanyak 28 orang meninggal dunia akibat 416 kecelakaan lalu lintas di Gunungkidul sepanjang Januari-Mei 2026. Polisi gencarkan edukasi dan pemetaan titik rawan
Hasil drawing ASEAN Club Championship 2026-2027 menempatkan Persib Bandung dan Borneo FC dalam grup berat sejak fase awal.
Kejagung mengungkap vendor pengadaan 21.801 motor listrik senilai Rp1,03 triliun dalam kasus dugaan korupsi Program MBG di Badan Gizi Nasional. Penyidik menduga
FIFA melarang penonton membawa botol air dan tumbler ke stadion Piala Dunia 2026. Kebijakan ini memicu kritik suporter di tengah cuaca panas yang diperkirakan.
Polisi menangkap dua pelaku pembacokan petugas TPR Parangtritis di Bantul. Aksi tersebut dipicu kesalahpahaman terkait hilangnya alat pancing setelah kecelakaan