Diduga Depresi karena Pendapatan Berkurang akibat Pandemi, Penjahit di Wonosobo Ngamuk & Bongkar Penghalang Jalan

Ilustrasi - Freepik
25 Mei 2020 14:07 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, WONOSOBO—Seorang penjahit di Wonosobo, Jawa Tengah, diduga depresi karena pendapatan berkurang drastis akibat pandemi Covid-19. Dia mengamuk dan membongkar penghalang jalan portabel (water barrier) di dekat Pasar Induk di Jalan Ahmad Yani, Wonosobo, pada Hari Raya Idulfitri, Minggu (24/5/2020).

Videonya viral. Pria bernama Tukijo yang sehari-hari menjahit di sekitar pasar itu kemudian diamankan polisi. Sebelum membongkar pembatas jalan, Tukijo sudah pernah bikin ribut akibat pandemi.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Polisi Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan Tukijo marah-marah tanpa memakai masker di tengah keramaian Pasar Induk Wonosobo pada Kamis (21/5/2020).

Selanjutnya, saat Lebaran sekitar pukul 10.00 WIB, Tukijo memaksa membongkar water barrier yang digunakan oleh petugas untuk membatasi akses ke Jalan Ahmad Yani ke arah Alun-Alun Wonosobo.

“Pelaku sudah kami imbau, dan karena tidak mau patuh dan menyatakan menolak serta menentang  menggunakan masker karena apapun yang terjadi pada manusia adalah kehendak dari Allah, akhirnya kami amankan,” tuturnya, Senin (25/5/2020).

Iskandar mengatakan Tukijo sudah diamankan oleh anggota Pos Pengamanan Pelayanan Plasa dan dijemput keluarganya. Menurutnya, Tukijo mengamuk lantaran depresi dengan berbagai pembatasan akibat pandemi Corona yang diterapkan di wilayah Jawa Tengah.

“Yang bersangkutan sudah menyadari kesalahan yang dilakukan dan minta maaf. Kini sudah mau pakai masker dan dipulangkan ke rumahnya,” kata Iskandar.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia