Kepanasan Pakai APD Saat Rawat Pasien Covid-19, Perawat Rusia Hanya Kenakan Bikini

Viral foto seorang perawat yang hanya mengenakan pakaian dalam di balik APD-nya.Twitter - @newstula]
22 Mei 2020 18:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Aksi perawat Rusia mengenakan bikini saat merawat pasien Covid-19 menuai dukungan dari warganet.

Publik Rusia dihebohkan dengan beredarnya sebuah foto perawat hanya mengenakan pakaian dalam di balik APD yang tembus pandang. Perawat tersebut terlihat sedang memberika obat pada pasien di sebuah rumah sakit.

Tidak lama setelah foto tersebut viral, sosok perawat dengan bikini tersebut akhirnya terkuak. Menyadur Mirror, perawat berparas cantik tersebut diketahui memiliki nama pendek Nadia.

Perawat cantik tersebut merupakan alumni Universitas Kedokteran Negeri Ryazan. Hingga kini, Nadia yang bekerja di Rumah Sakit Klinik Regional Tula belum memberikan komentar perihal foto atau berita yang sudah beredar luas di masyarakat.

Perawat berusia 23 tahun tersebut telah mendapatkan teguran dari Kementerian Kesehatan Rusia. Kementerian Kesehatan Rusia langsung menegur sang perawat karena ia telah melanggar pedoman.

"Perawat tersebut diingatkan tentang perlunya mematuhi persyaratan sanitasi pakaian dan penampilan," kata kementerian dikutip dari Russian Today.

Sebelumnya dilaporkan dia memberi tahu bos rumah sakit bahwa dia merasakan "terlalu panas" mengenakan baju pelindungnya, dan tidak menyadari betapa transparannya pakaian itu.

Tanggapan lain justru datang dari warganet yang mendukung aksi Nadia ketika berjuang sebagai garda terdepan menangani pasien virus corona di Rusia.

"Kenapa ditegur?" tanya Albert Kuzminov, salah satu warganet yang mendukung Nadia untuk tidak diberi teguran.

"Semua orang meneriakinya, tetapi tidak ada yang memperhatikan bahwa dia berpakaian seperti ini karena panas. Mungkin kamu perlu berteriak pada manajemen ... karena tidak ada AC normal di sini." tulis warganet lain yang mendukung Nadia.

"Mengapa menghukum perawat, Anda perlu memberikan hadiah. Melihat pakaian ini, tidak ada yang mau mati." tulis Valery Kapnin.

Sumber : Suara.com