Presiden China Akan Dukung Penyelidikan WHO, Ini Syaratnya

Presiden China Xi Jinping (kanan) berinteraksi dengan Presiden AS Donald Trump didampingi Melania Trump. (Reuters)
19 Mei 2020 04:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BEIJING--China mendukung tinjauan komprehensif oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai respons global terhadap pandemi COVID-19. Dukungan ini diberikan setelah virus yang menyebabkan penyakit itu berhasil dikendalikan.

Pernyataan Presiden Xi Jinping yang disampaikan melalui  pidato  format video pada Majelis Kesehatan Dunia, muncul saat resolusi yang didukung Uni Eropa (EU) dan Australia yang menyeru peninjauan tentang asal-usul dan penyebaran virus corona baru, memperoleh dukungan internasional. Pandemi itu telah menewaskan lebih dari 310.000 orang di seluruh dunia.

"China mendukung evaluasi komprehensif respons global terhadap epidemi setelah epidemi global terkendali, untuk merangkum pengalaman dan memperbaiki kekurangan," kata Xi kepada majelis.

China sebelumnya menentang seruan Washington dan Canberra untuk penyelidikan itu, tetapi Xi memberi isyarat bahwa Beijing akan menerima peninjauan yang tidak memihak.

"Pekerjaan ini membutuhkan sikap ilmiah dan profesional, dan perlu dipimpin oleh WHO, dan prinsip-prinsip objektivitas dan keadilan perlu ditegakkan," kata Xi.

Xi kembali membela tindakan China ketika wabah Covid-19 muncul di negara itu dan mengatakan China terbuka dan transparan, dan telah bertindak cepat untuk berbagi informasi tentang penyakit tersebut.

Dia juga menjanjikan dukungan keuangan sebesar 2 miliar dolar AS (sekitar Rp29,6 triliun) selama dua tahun ke depan untuk membantu penanganan Covid-19, terutama untuk membantu negara-negara berkembang.

China juga akan membuat vaksin Covid-19 yang dikembangkan sendiri sebagai produk publik untuk membantu upaya penanggulangan pandemi, katanya.

Beijing akan bekerja dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membangun depot dan pusat respons kemanusiaan global di China, serta membantu membangun apa yang disebut "koridor hijau" guna mendistribusikan barang-barang penting dengan cepat ke seluruh dunia, kata Xi.

Sumber : Suara.com