Advertisement
Iran Tegaskan Ancaman ke Khamenei Berarti Deklarasi Perang
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Antara - Xinhua
Advertisement
Harianjogja.com, TEHERAN—Ketegangan geopolitik antara Teheran dan Washington kembali memanas, menempatkan kepemimpinan Iran sebagai titik sensitif dalam peta konflik global. Di tengah eskalasi itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu (18/1/2026) memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei akan diperlakukan sebagai perang terbuka terhadap bangsa Iran.
Pernyataan ini muncul seusai meningkatnya ketegangan retorika antara Teheran dan Washington, khususnya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Pezeshkian menyampaikan sikap keras tersebut melalui unggahan di platform media sosial X. Pernyataan itu hadir di tengah situasi yang memanas seusai Trump mengatakan kepada Politico pada Sabtu (17/1/2026) bahwa sudah “saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran.”
Advertisement
"Setiap serangan terhadap pemimpin besar kami akan sama dengan perang habis-habisan terhadap bangsa Iran," tulis Pezeshkian.
Selain menanggapi isu kepemimpinan, Presiden Iran juga mengaitkan situasi politik dengan tekanan ekonomi yang dialami negaranya. Ia menyalahkan Washington atas kesulitan ekonomi yang membebani rakyat Iran, seraya menyebut “permusuhan yang telah berlangsung lama” serta “sanksi tidak manusiawi” yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan para sekutunya sebagai penyebab utama penderitaan masyarakat.
BACA JUGA
Eskalasi diplomatik ini sebelumnya telah menguat pada Sabtu, ketika Ali Khamenei secara terbuka menyebut Trump sebagai seorang “penjahat”. Dalam pernyataannya, Khamenei menuding Trump bertanggung jawab atas korban jiwa dan kerusakan yang terjadi selama periode kerusuhan dalam negeri baru-baru ini di Iran.
Hubungan antara Teheran dan Washington memang belum menunjukkan tanda mereda sejak Trump kembali ke Gedung Putih. Dinamika itu ditandai dengan berlanjutnya kebijakan “tekanan maksimum” terhadap Iran serta intensitas konfrontasi verbal antara kepemimpinan kedua negara, yang kini menempatkan isu keselamatan Pemimpin Tertinggi Iran sebagai salah satu titik paling sensitif dalam percaturan geopolitik kawasan.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
- PBB Soroti Krisis Kemanusiaan di Timur Tengah
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Konflik Timteng Tak Ganggu Penerbangan YIA
- Pemerintah Umumkan BHR 2026, Grab Siapkan Rp110 Miliar untuk Mitra
- Ahli UGM Tegaskan Diskresi Tak Boleh Ada Konflik Kepentingan
- Hasil Liga Inggris: Arsenal Kokoh di Puncak Usai Kalahkan Brighton 1-0
- Cek Lokasi SIM Keliling Polda DIY Hari Ini
- Cek Jadwal KA Prameks Kamis Ini, Berangkat dari Tugu dan Kutoarjo
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 5 Maret 2026
Advertisement
Advertisement









