Advertisement
Berita Jokowi Minum Jamu Sampai Luar Negeri, Muncul Spekulasi Empon-Empon Ampuh Tangkal Virus Corona
Berita soal Presiden Jokowi minum jamu dan menghidangkan jamu kepada tamunya mendapat porsi pemberitaan media luar negeri. - Facebook resmi Presiden Joko Widodo
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Jokowi minum jamu dan menghidangkan jamu kepada tamunya. Tindakan ini rupanya menarik bagi pemberitaan media luar negeri. Bloomberg menyebutkan hal itu menambah kuat spekulasi bahwa ramuan herbal dapat menangkal infeksi virus Corona.
Berita yang bersumber dari Bloomberg tersebut disampaikan ulang oleh sejumlah website di luar negeri.
Advertisement
Bloomberg, Jumat (13/3/2020) menulis bahwa Presiden Indonesia Joko Widodo telah memperkuat spekulasi bahwa ramuan herbal dapat menangkal infeksi virus Corona.
Jokowi, tulis Bloomberg, dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs web pemerintah mengatakan bahwa dia telah minum jamu yang terdiri atas campuran jahe merah, serai, kunyit dan temulawak, tiga kali sehari sejak penyebaran virus.
"Saya minum jamu, bukan teh sekarang," kata Jokowi dalam pernyataannya, seperti ditutip Bloomberg. "Saya menghidangkan minuman itu untuk para tamu, baik pagi, siang atau malam hari."
Bloomberg menulis bahwa jamu banyak digunakan sebagai obat herbal di Indonesia dengan klaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari flu biasa dan sakit perut hingga asam urat. Bahkan, jamu diyakini dapat meningkatkan stamina seksual bagi pria.
Bloomberg juga menyinggung soal industri jamu dan kehadiran perusahaan seperti PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul.
Meski begitu, Bloomberg menggaris bawahi bahwa penggunaan jamu sebagai pencegah virus Corona belum dapat dibuktikan.
Meskipun demikian, Jokowi bukan satu-satunya yang beralih ke ramuan herbal di tengah kekhawatiran yang meningkat akan virus. Permintaan atas jamu telah meningkat sedemikian rupa sehingga harga jahe merah, kunyit dan temulawak melonjak lima kali lipat, kata Presiden Jokowi. Disebutkan, Jokowi mengimbai warga untuk menanamnya sendiri.
Sementara itu terkait pengobatan yang lebih konvensional, Bloomberg menyebutkan bahwa kalangan investor bertaruh tentang siapa pihak pertama yang akan mengembangkan antivirus untuk virus Corona. Saham pembuat obat-obatan dan perusahaan bioteknologi di AS menunjukkan kinerja yang melawan kondisi pasar, meskipun sejauh ini belum ditemukan adanya pengobatan atau vaksin untuk melawan Corona.
Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan wabah virus Corona sebagai pandemi. Penyakit yang secara resmi diberi nama Covid-19 ini telah menyebar ke 110 negara dan wilayah, menewaskan lebih dari 4.700 orang dan menginfeksi lebih dari 128.000 orang secara global.
Indonesia melaporkan kasus kematian pasien pertamanya pada minggu ini, sementara jumlah kasus terkonfirmasi mencapai 34.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bloomberg
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
Advertisement
BMKG: Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa DIY hingga 25 Januari
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Ribuan Jemaah Gagal Haji 2026, Kemenhaj Buka Opsi Pengganti
- Kopi Arabika Menoreh Disiapkan Jadi Andalan Baru Petani Kulonprogo
- Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Motor di Damkar Piyungan
- Indonesia Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump
- Viral di Medsos Warganet Tetap Favoritkan Malioboro, Ini Sejarahnya
- Prabowonomics Dibawa Prabowo ke WEF Davos Seusai Absen 10 Tahun
- Efisiensi Anggaran, Beasiswa ASN Bantul 2026 Dihentikan
Advertisement
Advertisement



