MK Putus 29 Uji Materi Hari Ini, Ada UU Kesehatan hingga Pilkada
Mahkamah Konstitusi menjadwalkan pembacaan putusan 29 perkara uji materi, termasuk UU Kesehatan, UU Pilkada, dan batas usia calon kepala desa.
Banjir di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim), Jumat (23/1/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)
Harianjogja.com, JAKARTA—Banjir kiriman dari Sungai Ciliwung dan Bendung Katulampa, Bogor, kembali merendam kawasan Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur. Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 130 sentimeter.
Camat Jatinegara Endang Kartika mengatakan banjir mulai terjadi sejak Kamis (22/1/2026) sore dan merupakan banjir kiriman tahap kedua akibat meningkatnya debit air di hulu.
“Iya, ini banjir kiriman dari Ciliwung dan Katulampa karena debit air di sana naik. Banjir ini terjadi sejak Kamis sore, dan ini merupakan tahap kedua,” ujar Endang saat ditemui di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jumat (23/1/2026).
Menurut Endang, banjir sempat surut sebelum kembali naik pada dini hari. Kenaikan air dipicu meningkatnya status Bendung Katulampa yang kembali mengalami kenaikan debit.
“Tadinya sempat surut, namun Katulampa naik kembali. Sekitar pukul 02.00 WIB air mulai naik hingga mencapai 130 sentimeter,” katanya.
Ia menjelaskan banjir tersebut murni berasal dari kiriman air hulu seiring meningkatnya debit Sungai Ciliwung. Hingga saat ini, Bendung Katulampa masih berada pada status Siaga 3.
“Kondisi Katulampa masih Siaga 3. Alhamdulillah kami sudah bersiaga membantu warga. Di wilayah Kebon Pala, air sudah mulai surut di kisaran 125 sentimeter,” ujarnya.
Meski genangan masih cukup tinggi, Endang memastikan belum ada warga yang mengungsi ke lokasi pengungsian resmi. Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah dengan menempati lantai dua, sementara lainnya mengungsi ke rumah kerabat.
“Untuk sementara belum ada pengungsian. Warga di beberapa titik Jatinegara sudah mempersiapkan diri,” katanya.
Pihak Kecamatan Jatinegara terus melakukan pemantauan di wilayah rawan banjir dan bersiaga mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila debit air di hulu kembali meningkat.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir masih menggenangi 125 Rukun Tetangga (RT) dan 14 ruas jalan hingga Jumat pagi.
“Kami mencatat saat ini terdapat 125 RT dan 14 ruas jalan yang masih tergenang,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, di Jakarta.
Menurut Yohan, pada Kamis malam banjir sempat merendam 132 RT. Genangan kemudian berangsur surut hingga tersisa 106 RT pada Jumat dini hari. Namun, pada Jumat pagi banjir kembali meluas.
“Banjir kembali meluas dan menggenangi 125 RT di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur,” jelasnya.
Selain permukiman, banjir juga menggenangi 14 ruas jalan dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 65 sentimeter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mahkamah Konstitusi menjadwalkan pembacaan putusan 29 perkara uji materi, termasuk UU Kesehatan, UU Pilkada, dan batas usia calon kepala desa.
Demo warga Bantul menuntut dukuh Banyon dicopot setelah diduga melakukan pungli dan menggadaikan sertifikat tanah milik warga.
Bareskrim mengungkap fakta sindikat judi online Hayam Wuruk, melibatkan ratusan WNA, 15 perusahaan sponsor, dan keuntungan Rp1,69 triliun.
Praperadilan Roy Suryo menyoroti dugaan pelanggaran privasi saat penggeledahan dan penangkapan oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Harga minyak dunia kembali naik setelah ketegangan AS-Iran memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak mentah dari Timur Tengah.
Pendapatan Gunungkidul 2025 mencapai Rp2,067 triliun. PAD melampaui target, namun DPRD masih memberi sejumlah catatan untuk belanja dan infrastruktur.