Gempa Besar Guncang Turki, 500 Warga Negara Indonesia Terkena Dampaknya
Gempa besar dengan magnitudo 7,8 mengguncang Turki, Senin (6/2/2023). Kedutaan Besar Indonesia untuk Turki mencatatkan terdapat 500 WNI terdampak.
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari kesembilan di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (10/2/2020)./ ANTARA - M Risyal Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum berencana memperluas cakupan penghentian sementara penerbangan ke negara lain selain China kendati penyebaran virus Corona (Covid-19) sudah merambah 27 negara.
Staf Khusus Bidang Komunikasi Menteri Perhubungan Adita Irawati menyatakan saat ini belum ada perluasan pembatasan penerbangan tersebut. Akan tetapi, pemantauan terus dilakukan mengenai kondisi penyebaran virus di beberapa negara.
"Saat ini kami belum ada rencana untuk melakukan penutupan atau penundaan penerbangan," paparnya, Senin (24/2/2020).
Dia melihat masing-masing negara sudah melakukan antisipasi yang lebih baik terhadap penyebaran virus Covid-19 tersebut. Di sisi lain, pemerintah pun melakukan komunikasi terus menerus guna memnimalisir risiko.
Kemenhub, terangnya, terus melakukan aksi-aksi pencegahan hingga saat ini. Bahkan, kalau dilihat hampir seluruh petugas pakai masker dan kerja sama juga dengan petugas imigrasi, kemudian juga dengan Kementerian Kesehatan.
"Saat ini dalam tahap belum perlu melakukan penutupan penerbangan ke negara lain," imbuhnya.
Selain itu, tindakan-tindakan pencegahan virus corona masuk ke Indonesia yakni pemasangan thermal scanner atau pendeteksi suhu tubuh penumpang di bandara internasional karena adanya aktivitas perpindahan dari warga negara lain.
Salah satu negara yang sudah mulai siaga dalam penyebaran virus corona tersebut yakni Korea Selatan. Hal tersebut terutama di Kota Daegu, Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan yang tengah menjadi sorotan, setelah terjadi lonjakan infeksi virus corona.
Tercatat hingga Senin (24/2/2020) ada 763 orang. Padahal pada tiga hari sebelumnya Jumat (21/2/2020), virus corona yang merebak di Daegu baru menyerang sekitar 156 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Gempa besar dengan magnitudo 7,8 mengguncang Turki, Senin (6/2/2023). Kedutaan Besar Indonesia untuk Turki mencatatkan terdapat 500 WNI terdampak.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
petugas mengamankan seorang pria berinisial MAR, warga Magelang, yang diduga berperan sebagai pengedar narkotika.