Psikolog: Beri Sanksi Tegas kepada Pelaku Bullying di Purworejo!

ILustrasi kekerasan anak - JIBI
14 Februari 2020 08:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, PURWOREJO - Psikolog Intan Erlita mendorong agar tiga siswa pelaku perundungan atau bullying, terhadap seorang siswi di salah satu sekolah di Purworejo diberikan hukuman tegas. Hal itu untuk memberikan efek jera kepada para pelaku.

Ia mengaku prihatin, adanya aksi bullying yang dilakukan tiga pelajar laki-laki terhadap temennya yang merupakan seorang siswi. Aksi itu, lanjut dia, merupakan telah hilangnya rasa empati kepada temannya sendiri.

"Buat saya pelaku wajib dihukum, saya setuju diselesaikan secara kekeluargaan. Misalnya korban kalau luka, keluarga pelaku harus menanggung biaya pengobatan. Tapi pelaku tetap mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perilakunya untuk memberikan efek jera dan pembelajaran," ujar Intan kepada Okezone, Jumat (14/2/2020).

Intan juga meminta pihak sekolah melakukan pembinaan mental dengan melibatkan aparat kepolisian terhadap tiga pelajar pelaku bullying tersebut. "Sudah saatnya pembinaan mental. Libatkan pihak kepolisian karena biar bagaimana pun pelaku adalah generasi bangsa. Jadi harus dididik menjadi generasi yang pintar bukan arogan," tegasnya.

Ia ingin hukuman kepada pelajar tersebut bisa menjadi contoh siswa lainnya di Indonesia agar kejadian perundungan serupa bisa dihindarkan. "Ketika hukuman jelas, maka akan ada rasa takut pelaku-pelaku lain melakukan hal yang serupa," imbuh dia.

Menurut dia, bila pelaku hanya mendapatkan hukuman ringan maka palajar-pelajar tersebut berpotensi saja menjadi semakin arogan dan mengulangi perbuatannya.

Intan juga meminta pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya bisa saling bersinergi agar kasus bullying di sekolah bisa dicegah. "Pemerintah harus mulai tegas, kerja sama dengan pihak sekolah dan aparat. [Kasus ini] mungkin tidak sampai masuk penjara, tetapi pembinaan mental sudah saatnya diberikan kepada anak-anak usia seperti ini, dimana ini usia untuk mencari jati diri," pungkasnya.

Sumber : Okezone