Advertisement
Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
Tentara Iran melakukan penjagaan di Selat Hormuz.ist - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, WASHINGTON—Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan sejumlah negara siap mengirim kapal perang untuk menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial Truth Social pada Sabtu (14/3/2026). Dalam unggahannya, ia menyebut langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan jalur energi global yang melewati selat strategis tersebut.
Advertisement
“Banyak negara, terutama yang terdampak oleh upaya Iran menutup Selat Hormuz, akan mengirim Kapal Perang, bersama dengan AS, untuk menjaga Selat itu tetap terbuka dan aman,” tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.
Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat siap mengambil langkah militer jika diperlukan untuk memastikan jalur pelayaran tersebut tetap terbuka.
BACA JUGA
“AS akan mengebom habis-habisan garis pantai, serta terus menembaki Perahu dan Kapal Iran dari perairan tersebut. Bagaimanapun caranya, kami akan segera membuat Selat Hormuz TERBUKA, AMAN, dan BEBAS!” tulisnya.
Sebelumnya, Trump juga menyampaikan kepada para reporter pada Jumat (13/3/2026) bahwa angkatan laut Amerika Serikat akan segera mengawal kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
“Itu akan segera dilakukan,” ujarnya.
Ketegangan di kawasan tersebut meningkat setelah pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan agar penutupan Selat Hormuz terus dilanjutkan. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (12/3/2026).
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena sekitar seperlima pasokan minyak global diangkut melalui rute tersebut.
Mojtaba Khamenei juga menyatakan Iran akan membuka front-front baru dalam konflik negaranya dengan Amerika Serikat dan Israel.
Di sisi lain, perwakilan tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, menilai situasi yang terjadi di kawasan tersebut merupakan dampak dari tindakan Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan Iravani pada Kamis (12/3/2026) dalam menanggapi meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Ia mengatakan bahwa “situasi saat ini di kawasan, termasuk di Selat Hormuz, merupakan ... konsekuensi langsung dari tindakan destabilisasi AS yang melancarkan agresi terhadap Iran dan merusak keamanan kawasan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Khitan Gratis di Sleman Diserbu Anak dari Berbagai Kapanewon
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- 95 Pelanggaran TKA SD-SMP Terungkap, Mayoritas Dilakukan Pengawas
- Kasus Daycare Jogja, Pemerintah Bentuk Gugus Tugas Perlindungan Anak
- Pemerintah Terbitkan Permenaker 7/2026 Tentang Outsourcing, Ini Isinya
- Kolaborasi IDM-BTN Dorong Pariwisata Budaya Kelas Dunia
- MayDay 2026, Bupati Sleman Gelar Dialog dengan Serikat Buruh
- 584 Siswa dan Guru di Klaten Diduga Keracunan MBG
- Fakta Baru! Sopir Taksi Listrik Baru 3 Hari Kerja Saat Kecelakaan
Advertisement
Advertisement







