BGN Siapkan Marketplace Pangan untuk Dapur MBG Mulai Akhir 2026
BGN menyiapkan marketplace pengadaan pangan untuk dapur MBG pada November atau Desember 2026 demi transparansi harga dan akses produsen.
Pantauan hilal oleh BMKG. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Penentuan awal Idulfitri 1447 Hijriah berpotensi memunculkan perdebatan terkait data hilal yang menjadi dasar penetapan 1 Syawal. Isu ini mencuat menjelang akhir Ramadan seiring munculnya kekhawatiran tentang kemungkinan perubahan kriteria yang selama ini digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Perhatian terhadap data hilal muncul karena posisi hilal pada 29 Ramadan diperkirakan belum sepenuhnya memenuhi kriteria imkanur rukyah yang selama ini menjadi acuan penetapan awal Syawal.
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Sarmidi Husna meminta pemerintah tetap konsisten menggunakan dasar hukum yang telah disepakati, yakni Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 serta kesepakatan MABIMS.
“Kami sangat berharap kepada Kementerian Agama untuk transparan dan konsisten terhadap kesepakatan MABIMS dan Peraturan Menteri Agama Nomor: 1 Tahun 2026 menjadi dasar hukum,” kata Sarmidi seperti dikutip dari NU Online, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, muncul dugaan adanya upaya mengubah kesepakatan kriteria imkanur rukyah demi menyatukan tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah.
Ia menjelaskan terdapat pendapat yang menyebut tinggi hilal di Sabang, Aceh telah mencapai lebih dari tiga derajat. Namun secara elongasi hilal haqiqi masih berada di bawah enam koma empat derajat, sehingga dinilai belum memenuhi syarat hilal dapat terlihat.
Sarmidi menilai ada upaya menurunkan batas elongasi dari enam koma empat derajat menjadi enam derajat agar posisi hilal dianggap memenuhi kriteria terlihat.
Selain itu, ia juga mengungkap dugaan adanya upaya memanipulasi data hilal di Aceh dengan mengirimkan tim dari Jawa. “Dengan pesanan hasil dapat melihat hilal meskipun datanya tidak valid,” katanya.
Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Sirril Wafa mengingatkan agar pemerintah mengedepankan sikap kehati-hatian dalam menentukan awal Syawal.
Ia menilai regulator tidak boleh tergesa-gesa dalam menetapkan waktu ibadah yang bersifat syar’i.
“Ingat! Gegabah dalam penentuan waktu-waktu ibadah syar'iyyah berpotensi adanya afat [potensi ketergelinciran] baik dalam bentuk ucapan maupun tindakan sebagai peringatan keras atas sikap 'tasaahul' yang dibenci oleh Syara',” pungkasnya.
Sebagai informasi, Lembaga Falakiyah PBNU telah merilis data hilal terkait penentuan Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Berdasarkan data tersebut, posisi hilal pada 29 Ramadan diperkirakan terjadi pada Kamis (19/3/2026). Meski hilal sudah berada di atas ufuk, posisinya disebut belum memenuhi kriteria imkanur rukyah yang mensyaratkan tinggi hilal minimal tiga derajat dan elongasi enam koma empat derajat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN menyiapkan marketplace pengadaan pangan untuk dapur MBG pada November atau Desember 2026 demi transparansi harga dan akses produsen.
BSU Rp900.000 untuk pekerja periode Oktober–Desember 2026 belum memiliki syarat dan jadwal resmi. Simak kriteria sebelumnya dan cara cek BPJS Ketenagakerjaan.
KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan dana kebencanaan BNPB. Penyidik menyita uang Rp3,3 miliar dan aset lainnya.
Perumda Aneka Usaha Kulon Progo mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui Manunggal Fair 2026 yang mencatat perputaran uang sekitar Rp7 miliar
KAI diminta menyusun masterplan transformasi KRL Jabodetabek untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diproyeksikan mendekati 600 juta pada 2036.
Perumda Air Minum Tirta Binangun memperluas akses air bersih di Kulon Progo. Hingga September 2026, jumlah pelanggan tercatat mencapai 48.586 sambungan rumah un