Advertisement
Kasus Siswa Tewas di Bandung Jadi Alarm Tradisi Geng Pelajar
Kekerasan - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kematian seorang siswa SMAN 5 di Kota Bandung memicu sorotan terhadap keberadaan geng pelajar antarsekolah yang dinilai berpotensi memicu kekerasan di lingkungan pendidikan.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai kasus tewasnya FA (17), siswa SMAN 5 Bandung, perlu menjadi refleksi bersama untuk menghentikan tradisi geng pelajar yang diduga sudah berlangsung turun-temurun.
Advertisement
Anggota KPAI Diyah Puspitarini mengatakan fenomena geng pelajar antarsekolah berisiko memicu konflik sewaktu-waktu jika tidak segera dihentikan.
"Yang perlu menjadi perhatian bersama, apakah ada unsur geng pelajar antarkedua sekolah ini yang turun temurun. Ini perlu menjadi refleksi sekaligus evaluasi berbagai pihak," kata Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta pada Senin (16/3/2026).
BACA JUGA
Ia menilai keberadaan geng pelajar yang terus dilanggengkan berpotensi memicu tindakan kekerasan di kalangan siswa.
Karena itu, kasus yang menimpa FA diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi berbagai pihak untuk memutus pola tersebut.
Berdasarkan hasil koordinasi KPAI dengan kepolisian, peristiwa tersebut diduga tidak melibatkan bentrokan langsung antara siswa dari SMAN 5 Bandung dan siswa dari SMAN 2 Bandung.
Korban disebut terjatuh setelah mengikuti kegiatan buka puasa bersama.
"Sebenarnya tidak terjadi tawuran secara langsung. Anak ini seperti menghindar dari anak SMA 2 sehingga terjatuh. Untuk unsur pengeroyokan masih diselidiki, tapi anak-anak ini melewati SMA 2," ujar Diyah Puspitarini.
KPAI juga meminta aparat penegak hukum memproses kasus tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Penanganan perkara diharapkan tetap mengacu pada Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak serta Undang-Undang Perlindungan Anak.
"Kami berpesan agar aparat penegak hukum segera memproses hukum dengan cepat sesuai dengan UU Perlindungan Anak Pasal 59A," katanya.
Sebagai konteks, FA (17), siswa SMAN 5 Bandung, meninggal dunia pada Jumat (13/3/2026) malam di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat.
Peristiwa tersebut terjadi setelah korban menghadiri kegiatan buka puasa bersama. Hingga kini Polrestabes Bandung masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur penganiayaan terhadap korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
Advertisement
Temukan Nuthuk Harga di Pantai Bantul, Wisatawan Bisa Lapor ke Sini
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kulonprogo Terima DAK Rp3 Miliar untuk Operasional Program KB
- Prediksi Puncak Arus Mudik Tol Cipali di Cirebon 17 Maret 2026
- Lonjakan Pemudik KA di Solo Tembus 11.973 Orang
- Berkat 12 Kali Operasi Pasar Murah, Harga Pangan di Kulonprogo Stabil
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- Razia Miras Bantul Jelang Lebaran, Polisi Sita Ratusan Botol
- Viral Rawat Orang Tua, Fendi Gunungkidul Dijamin Sekolah Lagi
Advertisement
Advertisement






