Viral Curhat Suami Bertajuk Nakhoda Kapal Pecah: Kenapa Kau Larang Kami Menikah Lagi?

Ilustrasi. - Harian Jogja/Mediani Dyah Natalia
22 November 2019 15:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLO — Sebuah tulisan berjudul Nakhoda Kapal Pecah menjadi viral di media soaial Facebook. Tulisan ini serupa dengan kisah pengkhianatan seorang suami terhadap istrinya karena orang ketiga bertajuk Layangan Putus. Kini netizen dibuat kaget dengan curhatan suami bertajuk Nakhoda Kapal Pecah.

Awalnya, kisah tersebut ditulis oleh pemilik akun Facebook Yusrizal di sebuah grup Komunitas Bisa Menulis.

Seusai curhatan suami tersebut viral bahkan sempat ditanggapi oleh 14.000 anggota grup dan 3.600 kali dibagikan ulang, penulis kemudian menghapus tulisan Nakhoda Kapal Pecah tanpa alasan yang jelas.

Meski telah dihapus, banyak netizen lainnya yang masih membicarakan kisah tersebut.

Hasil penelusuran, Jumat (22/11/2019) salah satu netizen berhasil menyimpan screenshoot atau tangkapan layar kisah tersebut. Berikut tulisan lengkapnya:

#Nakhoda_kapal_pecah

Jaga suamimu dengan tiga perkara. Pesan untuk para istri

Pertama; apabila kau puaskan pandangannya, dia akan tetap memandangmu, artinya bersoleklah buat suamimu, berdandan, ke salon, dan sebagainya. Suami malas melirik wanita lain kalau di rumah ada bidadari.

Kedua; kenyangkan perutnya artinya kalau suami minta kamu yang masakin makanan, masaklah makanan itu untuknya, kami para suami lebih semangat makan masakan istri setelah masakan ibu.

Ketiga; harumkan mulut zahir dan batinmu (ini kata khusus), kami para suami lebih betah jadi sandera dalam jebakan batman para istri kalau istrinya wangi.

Pertama; ada banyak istri yang hanya bersolek saat berpergian dan di luar rumah saja. Tapi kalau di rumah mereka mirip nakhoda kapal pecah.

Kedua; ada banyak masakan istri itu sangat menyiksa lidah, perut bahkan pintu terakhir para suami. Yang bisa dimasak cuma mie instan dan tumis kangkung yang kebanyakan micin.

Ketiga; ada banyak mulut istri itu bau apeknya minta ampun, yang itu juga sama. Suami jarang jajan di rumah, istri tidak pernah berubah, lantas nuduh suami macam-macam.

Kalau begitu kejadian dan derita yang kami alami, kenapa masih kau larang kami menikah lagi? Kami juga punya hak untuk bahagia.

Sumber : Solopos.com