Advertisement
Siasat Menhub dan Pemprov Jabar Hentikan Tradisi Sapu Koin Jembatan Se
Ilustrasi mudik / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, CIREBON—Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengeluarkan instruksi tegas terkait penghentian sementara fenomena "sapu koin" di kawasan Jembatan Sewo, Jalur Pantai Utara (Pantura) Indramayu, Jawa Barat.
Langkah prefentif ini diambil guna menjamin kelancaran arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi akan mengalami lonjakan volume kendaraan secara drastis.
Advertisement
Dudy menegaskan bahwa aktivitas warga yang mencegat koin di pinggir jalan tersebut sangat berisiko memicu kecelakaan fatal.
Mengingat letaknya yang berada di jalur utama antarkota, kerumunan warga di bahu jalan dinilai menjadi ancaman nyata bagi keselamatan diri mereka sendiri maupun para pemudik yang melintas.
BACA JUGA
“Kami berharap sebenarnya kegiatan tersebut tidak berlanjut, karena itu juga membahayakan mereka,” kata Dudy di Cirebon, Sabtu.
Ia menguraikan bahwa pada periode krusial ini, kepadatan kendaraan di Pantura meningkat signifikan sehingga eksistensi warga di badan jalan dipastikan bakal mengganggu ritme lalu lintas. Potensi hambatan perjalanan dan risiko tabrakan menjadi pertimbangan utama mengapa tradisi ini harus ditiadakan sementara waktu.
“Yang paling penting kami khawatirkan adalah dari sisi keselamatan saudara-saudara kita yang ada di Kali Sewo tersebut,” ujarnya. Menhub menambahkan bahwa setiap kegiatan yang mengandung risiko tinggi selama arus mudik berlangsung sebaiknya tidak diaktifkan.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah (Pemda) dan aparat penegak hukum setempat segera melakukan langkah antisipasi konkret guna mensterilkan kawasan tersebut dari aktivitas warga.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui bahwa tradisi mencari koin di Jembatan Sewo adalah fenomena sosial yang sudah mengakar selama puluhan tahun.
Kebiasaan sebagian masyarakat lokal ini biasanya mencapai puncaknya saat ribuan kendaraan pemudik mulai memadati jalur Pantura. Meskipun merupakan tradisi lama, Pemprov Jabar kini tengah memutar otak untuk mencari solusi jalan tengah.
Salah satu skema yang tengah digodok adalah pemberian kompensasi finansial kepada warga setempat. Harapannya, bantuan tersebut dapat menggantikan penghasilan harian mereka sehingga warga bersedia meninggalkan area jembatan selama masa angkutan Lebaran.
“Saya mencoba pikirkan alternatif, dikasih kompensasi. Selama musim mudik ini mereka tidak melakukan aktivitasnya. Minimal itu dulu,” tutur Dedi menjelaskan rencana mitigasi tersebut agar ketertiban di jalur utama Jawa tetap terjaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
- Judi Online Bali Dibongkar, Mahasiswi Terlibat Jaringan Kamboja
- Kecelakaan Kereta Bekasi Disorot Ombudsman RI
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo-Jogja 29 April 2026 Lengkap Semua Stasiun
- Kecelakaan Kereta Bekasi Disorot Ombudsman RI
- Duka Korban Kecelakaan KA Bekasi, Kisah Adelia dan Nurlaela
- Proyek Tol Jogja-Solo: Hindari Jalan Raya Cangkringan hingga 14 Mei
- Proyek PSEL Bantul Mandek, Dana Belum Turun
- Hasil TKA 2026 Diumumkan 24 Mei, Orang Tua Wajib Tahu Ini!
- 38 Persen Jalan Gunungkidul Rusak, Perbaikan Terkendala Dana
Advertisement
Advertisement









