Sepekan, Bareskrim Polri Temukan Ratusan Akun Medsos Terorisme

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror. - Antara
31 Oktober 2019 17:57 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Bareskrim Polri menemukan ratusan akun medsos yang dipakai pelaku tindak pidana teroris untuk berkomunikasi di Indonesia.

Wakil Kepala Badan Reserse dan Kriminal Irjen Pol. Antam Novambar mengungkapkan ratusan akun media sosial itu terdeteksi karena pola komunikasi para pelaku tindak pidana terorisme mulai pindah. Sebelumnya, mereka menggunakan jalur pribadi, kini memakai media sosial.

“Ada ratusan akun media sosial yang kami deteksi dalam satu minggu,” tuturnya, Kamis (31/10/2019).

Menurut Antam, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri akan menggandeng pemangku kepentingan terkait untuk memberantas pelaku tindak pidana terorisme tersebut.

Beberapa pihak yang telah digandeng Bareskrim Polri di antaranya adalah Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, BNPT, Kemendagri, Kominfo dan Kementerian Sosial.

“Jadi pengawasan ini simultan. Semuanya terlibat di dalam penanganan kasus ini. Ada penanganan terorisme ada yang fokus pada deradikalisasi,” kata Antam.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) pada Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan menilai penyebaran konten radikal dan terorisme dewasa ini lebih didominasi melalui media sosial Facebook, Instagram dan Twitter.

Penyebaran konten tersebut lebih banyak beredar di media sosial pada Maret 2019. Ada sebanyak 1.202 konten mengandung unsur radikal dan terorisme yang telah ditangani Kominfo.

“Semua konten berbau radikal dan terorisme itu sudah kami tangani,” ujarnya. 

Berdasarkan data yang dimiliki Kominfo, konten radikal dan terorisme paling banyak disebar ke Facebook dan Instagram. Sejak Januari hingga 16 Oktober 2019, data Kominfo menyebutkan ada 2.689 konten yang ditangani dari kedua media sosial itu. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia