Cerita Menteri Desa: Di Kamar Mandi Masih Basah Kuyup Angkat Telepon Jokowi

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Eko Putro Sandjojo. - HarianJogja - Uli Febriarni.
19 Oktober 2019 04:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengenang pernah ditelepon langsung oleh Presiden Joko Widodo saat dalam keadaan basah kuyup karena sedang mandi.

“Pernah suatu saat ditelepon sama beliau jadi masih basah kuyup saya angkat itu,” kata dia setelah acara Silaturahmi Kabinet Kerja dengan Presiden dan Wapres di Istana Negara Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Eko menambahkan Jokowi memang bisa menelepon kapan saja, termasuk pagi hari, saat biasanya ia masih di kamar mandi. Namun, kenangannya mendapat kesempatan untuk bisa bergabung dalam tim kerja Jokowi disebutkannya sulit untuk dilupakan.

“Kadang-kadang beliau bisa menelepon pagi saat saya masih di kamar mandi,” katanya.

Ia mengaku senang karena Jokowi merupakan sosok pemimpin yang sangat terukur dan selalu berbicara berdasarkan angka dan data.

“Beliau ini orangnya 'hands on' sekali. Sebelum ada kunjungan beliau, beliau rata-rata sudah mengirim orang. Nanti setelah kunjungan beliau juga mengirim orang,” katanya.

Secara khusus, Eko menyampaikan terima kasih telah mendapatkan kesempatan untuk bisa berbuat sesuatu kepada negara ini.

“Saya senang sekali dapat kesempatan itu dan tentunya masih banyak hal yang belum kita capai. Kalau ada belum tercapai saya mohon maaf kepada Presiden, kepada masyarakat, tapi kalau yang sudah tercapai kalau bisa tetap dipertahankan dan dilanjutkan program-program yang baik tersebut,” katanya.

Kesan Eko pun serupa kepada Wapres Jusuf Kalla yang disebutnya sebagai sosok yang terukur dan sering memberikan masukan dalam bekerja. Ia mengaku belum diajak bicara atau mendapat perintah lanjutan dari Presiden Jokowi tetapi siapa pun penerusnya nanti pasti pilihan terbaik.

Ia berpesan kepada penerusnya bahwa persoalan terbesar dari desa adalah kemiskinan yang mengakibatkan, antara lain pendidikan menjadi terganggu, gizi buruk, dan kekerdilan. “Jadi fokus di pengentasan kemiskinan, kemiskinan terjadi karena kurang aktivitas ekonomi. Makanya, kita lakukan selalu menciptakan aktivitas ekonomi di desa-desa, tentu perlu infrastruktur yang cukup. Dana Desa selama empat tahun ini telah membangun infrastruktur yang cukup. Jadi ke depannya lebih didorong kepada program-program yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa,” katanya.

Eko secara pribadi mengatakan tantangan ke depan semakin berat , sedangkan ia sendiri berencana kembali mengurus perusahaan. “Karena saya juga jadi pimpinan di PKB, saya akan lebih banyak lagi ngurus partai,” katanya.

Sumber : Antara