Advertisement
Magang Nasional 2026 Ditargetkan Hadir di 38 Provinsi
Tenaga Kerja. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Program Magang Nasional 2026 ditargetkan menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pemerataan program magang menjadi prioritas agar peluang kerja lulusan muda tidak lagi terpusat di Pulau Jawa.
Berdasarkan data MagangHub, saat ini pelaksanaan magang masih didominasi wilayah Jawa. Pemerintah ingin distribusi peserta dan perusahaan mitra lebih merata sehingga setiap provinsi memiliki akses yang sama terhadap program peningkatan kompetensi tersebut.
Advertisement
“Dari data MagangHub, saat ini memang masih banyak penumpukan magang di Pulau Jawa. Kita ingin agar ini tersebar jadi ada di tiap provinsi,” kata Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan penguatan ekosistem magang di daerah. Langkah awal dilakukan melalui pemetaan target di setiap provinsi berdasarkan sektor unggulan serta kapasitas industri setempat.
BACA JUGA
“Kita tetapkan peta target per provinsi yang realistis, berbasis sektor unggulan dan kapasitas industri daerah, bukan sekadar pemerataan angka,” ujarnya.
Selain pemetaan, pemerintah juga akan memperluas kemitraan dengan perusahaan dan instansi pemerintah sebagai penyelenggara magang. Setiap daerah didorong memiliki mitra aktif, mentor kompeten, serta rencana pembelajaran yang terstruktur agar kualitas tetap terjaga meskipun cakupan program diperluas.
Menaker juga menekankan pentingnya sistem seleksi dan pemilihan tempat magang melalui platform MagangHub agar lebih adil bagi seluruh daerah. Peserta tetap memiliki kebebasan memilih perusahaan tujuan, tetapi pemerintah akan mengoptimalkan visibilitas perusahaan di luar Jawa agar lebih mudah ditemukan dan memiliki daya tarik yang setara.
“Peserta magang memilih sendiri perusahaan tujuan. Jadi ini juga menjadi tantangan bagi perusahaan, bagaimana agar mereka dapat dipilih oleh para peserta magang? Ada kompetisi sesama peserta, dan juga sesama perusahaan,” katanya.
Menurut Yassierli, perusahaan yang diminati harus menunjukkan komitmen nyata, termasuk menyediakan pembelajaran terstruktur dan dukungan fasilitas yang memadai bagi peserta.
Sebelumnya, Menaker juga menyampaikan bahwa pembayaran uang saku peserta magang mengacu pada hasil verifikasi logbook. Untuk Februari ini, besaran uang saku mengikuti upah minimum kabupaten/kota/provinsi 2026 sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga implementasi Program Magang Nasional 2026 tidak hanya memperluas jangkauan wilayah, tetapi juga memastikan standar pembinaan dan kesejahteraan peserta tetap terjaga di setiap provinsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Wisatawan Nekat Terobos TPR Parangtritis demi Hindari Tiket Masuk
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
Advertisement
Advertisement






