Advertisement
Iran Optimistis Negosiasi Nuklir dengan AS Segera Tercapai
Bendera Iran.
Advertisement
Harianjogja.com, TEHERAN—Pemerintah Iran menyatakan siap mencapai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) secepat mungkin menjelang putaran negosiasi baru di Jenewa. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk Persia dan ancaman tindakan militer jika diplomasi gagal.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi mengatakan delegasi Teheran akan memasuki perundingan dengan itikad baik penuh dan berharap sikap tersebut mendapat respons serupa dari pihak Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan Selasa (25/2/2026) menjelang agenda pembicaraan lanjutan antara kedua negara.
Advertisement
Iran akan melakukan "apa pun yang diperlukan" untuk mewujudkan kesepakatan, kata Takht-Ravanchi, yang juga merupakan anggota tim negosiasi Iran, dalam wawancara dengan stasiun penyiaran Amerika Serikat, NPR.
Dia mengatakan delegasi Iran akan memasuki ruang negosiasi di Jenewa dengan "ketulusan dan itikad baik sepenuhnya", sambil berharap niat baik tersebut akan dibalas oleh Amerika.
BACA JUGA
"Jika ada kemauan politik dari semua pihak, saya percaya kesepakatan dapat dicapai dengan sangat cepat," katanya.
Diplomat veteran yang pernah menjabat sebagai duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut sebelumnya juga terlibat dalam negosiasi yang menghasilkan kesepakatan nuklir penting pada 2015.
Iran dan Amerika Serikat diketahui telah menggelar dua putaran negosiasi nuklir tidak langsung dengan mediasi Oman sejak bulan lalu. Proses diplomasi ini kembali dihidupkan seusai upaya negara-negara kawasan, termasuk Turki, untuk memulihkan dialog yang sempat terhenti setelah serangan Israel yang didukung Amerika Serikat pada Juni tahun lalu.
Setelah putaran pembicaraan terakhir di Jenewa, kedua pihak menyampaikan optimisme dan menyepakati "prinsip-prinsip panduan" yang dinilai dapat membuka peluang tercapainya kesepakatan.
Takht-Ravanchi menegaskan pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat akan dilanjutkan di Jenewa dengan kerangka yang sama seperti perundingan sebelumnya di Muscat dan Jenewa.
Terkait dengan kemungkinan perluasan agenda di luar isu nuklir, ia memastikan topik negosiasi tetap berfokus pada program nuklir Iran dan telah disepakati oleh semua pihak yang terlibat.
Diplomat senior tersebut juga mengingatkan bahwa konflik militer akan sulit dikendalikan apabila terjadi, sehingga diplomasi dinilai menjadi satu-satunya jalan yang menguntungkan semua pihak.
"Mari kita fokus pada diplomasi, karena diplomasi akan menguntungkan semua orang. Tidak ada solusi militer untuk masalah nuklir Iran," katanya, seraya memperingatkan seluruh kawasan akan terdampak jika perang pecah.
Ia juga menepis spekulasi bahwa Iran akan menyerang negara-negara tetangganya seperti Uni Emirat Arab atau Arab Saudi apabila konflik terjadi. Menurutnya, target Iran justru akan mengarah pada aset-aset Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Negosiasi antara Teheran dan Washington berlangsung di tengah peningkatan signifikan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia serta ancaman Presiden Donald Trump untuk mengambil tindakan militer apabila pembicaraan nuklir tidak menghasilkan kesepakatan. Pada saat yang sama, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menggelar sejumlah latihan militer sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan konflik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
Advertisement
Advertisement







