Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Mendagri Tjahjo Kumolo seusai menghadiri rakornas ormas Rajatikam di BPSDM Regional Yogyakarta Kemendagri, Sabtu (1/12/2018). /Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo prihatin Bupati Indramayu, Supendi, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Supendi terkena operasi senyap bersama tujuh orang lainnya.
Tjahjo mengira penangkapan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara menjadi yang terakhir. Ternyata, masih ada lagi kepala daerah yang diciduk komisi antirasuah.
"Setelah Lampung Utara saya berharap selesai. Ternyata masih ada lagi. Saya hanya bisa ya mari sama-sama mengingatkan, termasuk diri saya untuk hati-hati terhadap area rawan korupsi," kata Tjahjo di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (15/10/2019).
Menurutnya, modus korupsi yang dilakukan para oknum masih sama di seputar urusan proyek, perencanaan anggaran, dan lain sebagainya. Ia prihatin kasus ini kembali terjadi padahal kepala daerah sudah sering dikasih tahu soal area rawan korupsi.
"Sama kasusnya, hampir sama. Urusan-urusan proyek, monopoli proyek, fee proyek, perencanaan anggaran, kami sedih, kami prihatin," ucapnya.
Tjahjo menuturkan, sebanyak 119 kepala daerah telah diproses KPK sejak lembaga antirasuah itu berdiri pada 2002 silam. Ia juga mengatakan sudah sering turun ke berbagai daerah mewanti-wanti area rawan korupsi. Namun sayang, praktik rasuah masih saja terjadi.
"Banyak. 119. Ya kalau sudah itu ya bagaimana ya. Kebijakan strategi nasional, pencegahan korupsi terus. Saya sudah turun hampir ke semua provinsi dengan KPK untuk hati-hati terhadap area rawan korupsi," jelasnya.
Menteri dari PDI Perjuangan itu tidak ingin penangkapan kepala daerah oleh KPK dikaitkan dengan besarnya biaya Pilkada. Tjahjo menegaskan perilaku koruptif adalah kesalahan individu, bukan partai ataupun pemerintahannya. Karenanya, Tjahjo tidak berhenti mengingat kepala daerah untuk menjauhi area rawan korupsi.
"Ya tidak juga semua. Tidak bisa dijadikan indikasi. Yang salah juga bukan partainya. Yang salah juga bukan pemerintahannya. (Tapi) oknumnya, pelakunya," kata Tjahjo.
Berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang ditilik Okezone, Supendi memiliki harta kekayaan Rp8,5 miliar. Harta kekayaannya tersebut terakhir kali dilaporkan ke KPK pada 30 Maret 2019 untuk periodik 2018.
KPK mengamankan delapan orang saat menggelar OTT di Indramayu, Jawa Barat, pada Selasa 15 Oktober 2019 dini hari. Kedelapan orang tersebut terdiri dari Bupati Indramayu, Supendi; ajudannya; pegawai rekanan; serta beberapa pejabat Dinas Pekerjaan Umum Indramayu.
Selain menangkap delapan orang, petugas KPK juga mengamankan uang ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga terkait suap di Dinas PU Indramayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Cek jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Jumat 2 Oktober 2026 dari Palur menuju Jogja, termasuk jam keberangkatan di tiap stasiun.
Cek jadwal SIM Kulonprogo Oktober 2026 di Satpas, MPP, SIMENOR, dan SIM Keliling lengkap dengan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal KA Bandara YIA Jumat 2 Oktober 2026. Ada 24 perjalanan YIA-Stasiun Tugu dan sebaliknya, mulai pukul 04.20 WIB.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Jumat (2/10/2026), tersedia bagi penumpang yang baru tiba di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)
Cek jadwal SIM Sleman Oktober 2026 di Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE lengkap dengan syarat perpanjangan.