Advertisement

Sosok Maduro, Ditangkap Pasukan AS, Operasi Militer Guncang Caracas

Sulthon Sulung Kandiyas
Minggu, 04 Januari 2026 - 18:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Sosok Maduro, Ditangkap Pasukan AS, Operasi Militer Guncang Caracas Tangkapan layar - Laman platform Truth Social milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengunggah foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap dan berada dalam tahanan AS di atas kapal USS Iwo Jima. ANTARA - Truth Social realDonaldTrump / am.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilaporkan ditangkap pasukan militer khusus Amerika Serikat dalam operasi berskala besar yang berlangsung di Caracas, Sabtu (3/1/2026) dini hari. Penangkapan tersebut disertai rangkaian ledakan dan aktivitas militer intensif di sejumlah titik strategis ibu kota.

Sejumlah saksi melaporkan pesawat terbang dengan ketinggian rendah melintas di atas Caracas sebelum ledakan terdengar berulang kali. Api dan asap terlihat membubung dari kawasan Fuerte Tiuna yang berdekatan dengan Kementerian Angkatan Bersenjata Venezuela, serta dari pangkalan udara La Carlota. Ledakan juga dilaporkan terjadi di area pelabuhan La Guaira dan fasilitas pasukan keamanan di sekitarnya.

Advertisement

Usai operasi tersebut, Maduro disebut dibawa keluar dari Venezuela menggunakan pesawat militer. Penangkapan dilakukan oleh unit elite Delta Force. Dalam foto yang diunggah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Maduro tampak mengenakan penutup mata berupa kacamata berlapis warna hitam saat berada dalam pengawalan ketat.

Pemerintah Amerika Serikat menuding Maduro sebagai aktor utama kejahatan narkotika lintas negara. Departemen Kehakiman AS menyebut Presiden Venezuela itu diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan kokain ke Amerika Serikat selama lebih dari dua dekade dengan dukungan kartel narkoba dan kelompok bersenjata regional.

Bloomberg melaporkan, dakwaan tersebut mencakup tudingan bahwa Maduro memanfaatkan struktur kekuasaan negara untuk memfasilitasi distribusi narkotika ke pasar internasional, khususnya Amerika Serikat.

Maduro sendiri dikenal sebagai figur sentral dalam politik Venezuela selama lebih dari satu dekade. Berdasarkan catatan Encyclopaedia Britannica, ia lahir di Caracas pada 23 November 1962. Karier politiknya berawal dari aktivitas sebagai pemimpin serikat pekerja, dipengaruhi latar belakang keluarga yang aktif dalam gerakan buruh.

Ia bergabung dengan Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV) dan mulai menapaki panggung nasional saat terpilih sebagai anggota parlemen pada 1999. Maduro kemudian menjabat sebagai pimpinan legislatif pada 2005 hingga 2006 sebelum dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis di pemerintahan.

Namanya semakin menonjol ketika ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri dan kemudian diangkat menjadi Wakil Presiden pada 2012. Setahun berselang, Maduro menjadi presiden sementara setelah Presiden Hugo Chávez meninggal dunia.

Pada pemilihan khusus 2013, Maduro memenangkan kontestasi dengan selisih tipis, meraih sekitar 51 persen suara dan mengalahkan kandidat oposisi Henrique Capriles yang memperoleh 49 persen suara.

Selama masa kepemimpinannya, Venezuela dilanda krisis ekonomi berkepanjangan. Negara tersebut mengalami hiperinflasi, stagnasi ekonomi, serta kelangkaan kebutuhan pokok. Gelombang protes besar-besaran sempat menuntut pengunduran dirinya, namun upaya tersebut gagal menggoyang posisinya hingga kini.

Saat ini, Maduro dilaporkan telah berada di wilayah Amerika Serikat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Otoritas AS menyatakan penanganan kasus tersebut akan menjadi salah satu penegakan hukum terbesar terkait kejahatan narkotika lintas negara yang melibatkan kepala negara aktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kejahatan Jalanan Bantul, Pelajar SMK Terluka Disabet Clurit

Kejahatan Jalanan Bantul, Pelajar SMK Terluka Disabet Clurit

Bantul
| Senin, 05 Januari 2026, 16:37 WIB

Advertisement

Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026

Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026

Wisata
| Senin, 05 Januari 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement