Advertisement

Korban Tewas Bencana di Sumatera Capai 1.177 Orang

Newswire
Minggu, 04 Januari 2026 - 20:47 WIB
Sunartono
Korban Tewas Bencana di Sumatera Capai 1.177 Orang BNPB mencatat korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera mencapai 1.177 jiwa. - Antara.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat rangkaian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera mencapai 1.177 jiwa hingga 4 Januari 2026.

Penambahan korban jiwa berasal dari tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tambahan tersebut membuat angka korban meninggal meningkat dari rekapitulasi sebelumnya yang tercatat 1.167 jiwa.

Advertisement

Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat masih ada 148 orang yang dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Data orang hilang mengalami koreksi setelah verifikasi dari pemerintah desa, kecamatan, dan keluarga korban.

"Tambahan korban jiwa meninggal dunia ini menambah jumlah total dari tiga provinsi. Kemarin, rekapitulasi kita di cut off pukul 16.00 WIB adalah 1.167 jiwa, dan hari ini bertambah 10 menjadi 1.177 jiwa yang meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.

Abdul menjelaskan tambahan korban meninggal tersebut tersebar di Aceh Utara sebanyak 3 jiwa, Tapanuli Selatan 5 jiwa, dan Sumatera Barat 2 jiwa yang meninggal dunia.

Ia mengungkapkan tim di lapangan juga menemukan sejumlah orang yang sebelumnya diduga hilang, sehingga pada saat ini tercatat sebanyak 148 orang yang masih hilang.

"Hari ini ada pengurangan 17 nama untuk daftar orang hilang yang dikoreksi oleh desa, kecamatan, maupun anggota keluarga. Sehingga, jumlah total rekapitulasi nama korban yang masih dalam daftar pencarian tim SAR gabungan itu 148 jiwa," ujarnya.

Abdul memaparkan jumlah pengungsi pada saat ini berjumlah sebanyak 242.174 jiwa. Sejumlah daerah terdampak bencana pada saat ini memperpanjang status tanggap darurat. Di Aceh, terdapat 10 daerah yang melakukan perpanjangan tangkap darurat yang dilakukan oleh 10 daerah, dengan 8 daerah yang kini melakukan tahapan transisi darurat.

"Di Sumatera Utara ini transisi darurat 14 daerah, tanggap darurat berakhir di dua daerah dan tidak diperpanjang. Jadi, saat ini di Sumatera Utara sudah tidak ada kabupaten/kota dengan status tanggap darurat. Provinsi Sumatera Utara saat ini sudah dalam status transisi darurat," ujarnya.

Sedangkan di Sumatera Barat, ungkap Abdul, masih ada perpanjangan status tanggap darurat di Kabupaten Agam. Sebab, hingga tiga hari yang lalu itu masih ada beberapa bencana longsor susulan, karena terdeteksi ada rekahan-rekahan yang berpotensi untuk terjadi longsor susulan bila dilanda hujan dalam waktu yang cukup lama.

Ia menegaskan pihaknya masih terus memantau dan akan melakukan langkah-langkah yang bisa diupayakan untuk aspek mitigasi supaya kondisi potensi bencana longsor susulan, khususnya di Kabupaten Agam ini bisa diminimalkan.

"Selain Kabupaten Agam, di Sumatera Barat sudah tidak ada kabupaten/kota yang dalam status tanggap darurat. Jadi, semuanya saat ini sudah dalam transisi darurat. Ada tanggap darurat yang berakhir dan ini tidak diperpanjang," kata Abdul Muhari.

BNPB memastikan pemantauan terus dilakukan, terutama di wilayah yang masih rawan longsor susulan, seiring proses transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan pascabencana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal Layanan SIM Corner di Jogja Hari Ini, Senin 5 Januari 2026

Jadwal Layanan SIM Corner di Jogja Hari Ini, Senin 5 Januari 2026

Jogja
| Senin, 05 Januari 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali

Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali

Wisata
| Minggu, 04 Januari 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement