Advertisement
Operasi Militer AS Bikin Ekspor Minyak Venezuela Lumpuh
Ekspor minyak Venezuela lumpuh setelah operasi militer AS membuat kapal tanker tertahan dan pelabuhan utama berhenti beroperasi. - Thread.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Aktivitas ekspor minyak Venezuela dilaporkan nyaris berhenti total setelah operasi militer Amerika Serikat mengguncang negara Amerika Latin tersebut, memicu ketidakpastian di pelabuhan utama dan jalur pengiriman internasional.
Reuters melaporkan sejumlah kapal tanker yang dijadwalkan mengangkut minyak mentah Venezuela ke Amerika Serikat dan Asia tertahan di pelabuhan karena belum mendapat izin keberangkatan. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan blokade AS yang membatasi pergerakan kapal tanker yang dikenai sanksi.
Advertisement
Data pelacakan kapal menunjukkan beberapa kapal bahkan meninggalkan Venezuela tanpa muatan. Di pelabuhan minyak utama Jose, tidak satu pun kapal tanker tercatat melakukan pengisian muatan pada Sabtu, situasi yang berpotensi memaksa pemerintah Venezuela memangkas produksi minyak.
Sejumlah kapal pengangkut minyak mentah di Venezuela, yang dijadwalkan akan dikirim ke Amerika Serikat dan Asia, belum berlayar, menurut laporan kantor berita tersebut, mengutip data dari layanan pelacakan kapal TankerTrackers.
BACA JUGA
Beberapa kapal tanker lain yang dijadwalkan akan memuat bahan bakar meninggalkan negara itu dalam keadaan kosong. Secara spesifik, tidak ada kapal tanker yang diisi muatan di pelabuhan minyak utama negara itu di Jose pada Sabtu.
Dengan mengutip beberapa sumber yang tidak disebutkan namanya, Reuters mencatat bahwa penghentian ekspor semacam itu dapat memaksa negara tersebut untuk mengurangi produksi minyak.
Sebelumnya, dengan mengutip data pelacakan kapal dan pialang maritim, Wall Street Journal melaporkan bahwa sebuah kapal tanker yang menuju Venezuela untuk mengangkut minyak telah mengubah haluan dan saat ini menuju Nigeria.
Sementara, empat kapal lainnya telah berhenti berlayar setelah Venezuela diserang oleh AS.
Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, sementara Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara itu.
Sejumlah media memberitakan adanya ledakan di Caracas dan mengklaim bahwa operasi tersebut dilakukan oleh anggota unit elite Delta Force. Lumpuhnya ekspor minyak Venezuela dikhawatirkan memperburuk krisis ekonomi dan memperbesar dampak geopolitik di pasar energi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal Layanan SIM Corner di Jogja Hari Ini, Senin 5 Januari 2026
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
- BMW Banting Harga 30 Model di China, Perang EV Kian Panas
- Jadwal SIM Keliling Sleman, Minggu 4 Januari 2026
- Krisis Gaza: Angelina Jolie Soroti Macetnya Bantuan di Rafah
- Kejar Level 3, BYD Kembangkan ADAS dengan Dana Rp238 Triliun
- Jalur Trans Jogja, Minggu 4 Januari 2026
- Serangan AS ke Venezuela Tewaskan 40 Orang, Maduro Diklaim Ditangkap
- Toprak Razgatlioglu Bidik Duel Lawan Marc Marquez di MotoGP 2027
Advertisement
Advertisement



