Advertisement
AS Akui Operasi Absolute Resolve Venezuela Direncanakan Berbulan-bulan
Pemandangan kota yang gelap usai serangan udara berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya oleh Amerika Serikat di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). ANTARA/Xinhua/Marcos Salgado - aa.
Advertisement
Harianjogja.com, WASHINGTON— Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Dan Caine menyatakan operasi militer AS di Venezuela telah direncanakan dan dilatih selama berbulan-bulan sebelum akhirnya dilaksanakan pada awal Januari 2026.
“Operasi ini, yang dikenal sebagai Operasi Absolute Resolve, dilakukan secara diam-diam, tepat sasaran, dan dieksekusi pada saat-saat paling gelap pada 2 Januari,” ujar Caine dalam pengarahan kepada media, Sabtu (3/1/2026).
Advertisement
Caine menegaskan operasi tersebut merupakan puncak dari proses perencanaan dan latihan intensif yang panjang. Menurut dia, misi tersebut menunjukkan kemampuan militer AS dalam melaksanakan operasi khusus berskala besar.
“Ini adalah hasil dari perencanaan dan latihan selama berbulan-bulan, sebuah operasi yang terus terang hanya dapat dilakukan oleh militer Amerika Serikat,” imbuhnya.
BACA JUGA
Ia juga tidak menutup kemungkinan pasukan AS kembali ditugaskan untuk misi serupa di masa mendatang, bergantung pada perkembangan situasi dan keputusan politik pemerintah AS.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut.
Sejumlah media internasional melaporkan adanya ledakan di ibu kota Caracas dan mengklaim operasi itu melibatkan unit elite militer AS, Delta Force. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi lebih lanjut dari pemerintah Venezuela terkait laporan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
Advertisement
Advertisement







