Advertisement
Donald Trump Siapkan Investasi Miliaran Dolar untuk Minyak Venezuela
Donald Trump / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Amerika Serikat disebut tengah menyiapkan investasi bernilai miliaran dolar untuk menghidupkan kembali industri minyak mentah Venezuela. Rencana tersebut mencuat tak lama setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap dan digulingkan oleh pasukan Amerika Serikat dalam operasi militer pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan minyak raksasa Amerika Serikat untuk masuk ke Venezuela. Fokus utama investasi diarahkan pada perbaikan infrastruktur minyak yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan parah.
Advertisement
“Kami akan membawa perusahaan-perusahaan minyak terbesar Amerika Serikat untuk berinvestasi, menggelontorkan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak, dan mulai menghasilkan pendapatan bagi negara itu,” kata Trump, seperti dikutip Reuters.
Meski demikian, Trump menegaskan embargo Amerika Serikat terhadap minyak Venezuela belum dicabut. Ia menyebut sanksi tetap berlaku sepenuhnya hingga tuntutan Washington dipenuhi. Trump juga memastikan kehadiran militer AS di kawasan tersebut masih dipertahankan.
BACA JUGA
“Armada Amerika tetap berada di posisinya. Semua opsi militer tetap terbuka sampai kepentingan Amerika Serikat sepenuhnya terpenuhi,” ujarnya.
Saat ini, satu-satunya perusahaan minyak asal AS yang masih beroperasi di Venezuela adalah Chevron. Perusahaan tersebut memproduksi minyak mentah yang sebagian besar dipasok ke kilang-kilang di Pantai Teluk Amerika Serikat. Posisi Chevron dinilai strategis jika sektor energi Venezuela benar-benar dibuka kembali.
Direktur Program Energi Amerika Latin di Baker Institute Universitas Rice, Houston, Francisco Monaldi, menilai Chevron berpotensi menjadi pihak yang paling diuntungkan dari perubahan kebijakan tersebut. Namun, menurutnya, perusahaan minyak AS lain akan bersikap lebih berhati-hati.
“Stabilitas politik akan menjadi faktor utama. Perusahaan-perusahaan lain akan menunggu kepastian terkait lingkungan operasional dan kerangka kontrak,” ujar Monaldi.
Ia menambahkan, Conoco menjadi salah satu perusahaan yang kemungkinan besar tertarik kembali ke Venezuela karena memiliki piutang lebih dari US$10 miliar. Menurut Monaldi, kecil kemungkinan piutang tersebut dapat dibayar tanpa kehadiran kembali perusahaan itu di Venezuela.
Selain Conoco, Exxon juga disebut berpeluang masuk kembali, meski nilai piutangnya tidak sebesar Conoco. Monaldi menilai ketiga perusahaan besar tersebut—Chevron, Conoco, dan Exxon—tidak terlalu terpengaruh oleh isu dekarbonisasi karena minyak mentah masih sangat dibutuhkan di Amerika Serikat.
Sementara itu, Kepala Analis Sektor Global di Third Bridge, Peter McNally, menilai rencana ambisius Trump menghadapi tantangan besar. Menurutnya, kondisi infrastruktur minyak Venezuela yang rusak parah menjadi hambatan utama.
“Membangun kembali industri minyak tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan bertahun-tahun dan investasi yang sangat besar,” kata McNally.
Ia menegaskan masih banyak ketidakpastian terkait kondisi riil industri minyak Venezuela. Namun satu hal yang jelas, menurutnya, adalah kebutuhan dana yang sangat besar.
“Diperlukan puluhan miliar dolar untuk benar-benar membalikkan kondisi industri minyak Venezuela,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kejahatan Jalanan Bantul, Pelajar SMK Terluka Disabet Clurit
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
- Yusaku Yamadera Kagum Atmosfer Super League Bersama PSIM Jogja
- Babak I, Persita Unggul Telak 3-0 atas Persis Solo di Manahan
- PSIM Jogja vs Semen Padang, Laskar Mataram Unggul Sementara, Skor 1-0
- Bali United vs Arema FC, Duel Penentu Arah Musim
- Donald Trump Siapkan Investasi Miliaran Dolar untuk Minyak Venezuela
- Taklukan Semen Padang, PSIM Jogja Akhiri Paceklik Kemenangan
- Hujan Deras Picu Retakan Tanah, SDN Kokap di Kulonprogo Rawan Longsor
Advertisement
Advertisement



