KPK Sita Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Pemerasan WNA
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Petugas Kebersihan mengenakan masker ketika menyapu jalan saat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (20/9/2019)./Antara-Rony Muharrman
Harianjogja.com, JAKARTA- Polisi menganggap kasus kabut asap yang saat ini terjadi di Riau tak seburuk yang dikabarkan.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Iqbal menjelaskan bahwa kondisi udara di Pekanbaru, Riau tidak seperti yang selama ini dikabarkan oleh media.
Ia menyebut kalau kualitas udara di Riau justru dalam kondisi bersih.
Iqbal menyampaikan hal tersebut saat ikut mendampingi Kapolri Tito Karnavian meninjau langsung ke Riau, beberapa waktu lalu. Menurutnya, kondisi langit di Riau pada siang hari masih bagus.
"Setelah pukul 11.12 semua clear langit biru nampak, artinya tidak seutuhnya benar apa yang disampaikan media," kata Iqbal di Kantor Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019).
Iqbal juga menyebut masyarakat setempat pun bisa beraktivitas seperti biasanya. Dengan demikian Iqbal mengatakan bahwa kondisi di Pekanbaru, Riau dan sekitarnya tidak bisa dianggap sebagai kondisi darurat.
"Seluruh masyarakat beraktivitas seperti biasa, ya, yang sekolah, yang beribadah berekonomi, bahkan sampai malam keluar di taman-taman banyak (orang) ramai," ujarnya.
Lebih lanjut, Iqbal menerangkan bahwa tim satuan tugas gabungan TNI Polri terus bekerja untuk menuntaskan peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Riau. Bahkan kata ia, banyak anggota yang bermalam di sekitar hotspot-hotspot atau titik api guna memaksimalkan tugasnya.
"Satgas TNI Polri terus bekerja melakukan upaya-upaya pemadaman sejak awal dan sampai saat ini, dari top manajer tingkat kapolres, dandim sampai pelaksana banyak yang bermalam di lokasi-lokasi hot spot ya, kita memaksimalkan kinerja itu," tandasnya.
Pernyataan Iqbal serupa dengan apa yang disampaikan Menkopolhukam Wiranto beberapa waktu lalu. Wiranto mengklaim, bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di banyak daerah Indonesia tak separah yang diberitakan media massa.
Ia menuturkan, telah meninjau lokasi karhutla di Riau, Selasa (18/9), bersama rombongan Presiden Joko Widodo. Selama di Riau, Wiranto mengaku masih bisa beraktivitas normal meskipun ada asap akibat karhutla.
"Realitas yang dikabarkan dengan realitas yang ada itu sangat berbeda. Ternyata kemarin waktu kami di Riau, tidak separah yang diberitakan," kata Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Rabu (18/9/2019).
Wiranto mengatakan, saat di Riau, banyak masyarakat yang belum menggunakan masker. Jarak pandang juga dinilainya masih dalam taraf normal, dan asap tidak menganggu daya pandang mata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Jogja dan Kutoarjo, termasuk informasi perjalanan.
Disnaker Sleman mencatat 318 pekerja terkena PHK hingga semester I 2026. Kondisi ekonomi dan finansial perusahaan menjadi pemicunya.
An Se-young meraih gelar juara dunia 2026 setelah mengalahkan Akane Yamaguchi tanpa kehilangan satu gim di New Delhi.
Di Klaten ada Kampung Dolanan Sidowayah yang kini menghadirkan permainan tradisional, edukasi sains, siklus air, dan penjernihan air.
Sekitar 30 anak Magelang memamerkan 46 karya lukisan dalam Ruang Khayal Anak #1 di Loka Budaya hingga 27 Agustus 2026.