Advertisement

Tokoh Papua Ajak Jaga Kedamaian, Luruskan Pernyataan soal Yahukimo

Newswire
Selasa, 03 Februari 2026 - 04:17 WIB
Sunartono
Tokoh Papua Ajak Jaga Kedamaian, Luruskan Pernyataan soal Yahukimo Tokoh Papua Pdt. Yones Wonda. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Tokoh agama Tanah Papua kembali menyerukan pentingnya menjaga kedamaian dan keharmonisan sosial di tengah dinamika keamanan yang terus berkembang. Sekretaris Umum Sinode Gereja Kingmi Masehi Papua, Pdt. Dr. Yones Wonda, menyampaikan klarifikasi atas pernyataannya terkait keberadaan TPN-OPM di Kabupaten Yahukimo yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Melalui klarifikasi tersebut, Pdt. Yones Wonda mengajak masyarakat untuk lebih arif dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi maupun pernyataan yang beredar di ruang publik, khususnya di platform digital. Ia mengingatkan agar perbedaan tafsir tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan yang berpotensi memicu perpecahan sosial.

Advertisement

“Saya berharap setiap pendapat dan imbauan yang disampaikan dapat dipahami secara utuh dan tidak dipelintir. Apa yang saya sampaikan semata-mata demi kebaikan, kedamaian, dan masa depan Tanah Papua yang lebih aman dan bermartabat,” katanya, Senin (2/2/2026).

Menurut Yones, klarifikasi ini perlu disampaikan untuk meluruskan berbagai penafsiran yang berkembang di masyarakat dan dinilai tidak sejalan dengan maksud pernyataan yang ia sampaikan sebelumnya. Ia menilai terdapat sejumlah poin penting yang harus dijelaskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas.

Ia menegaskan bahwa pernyataannya sama sekali tidak dimaksudkan untuk membenarkan tindakan kekerasan maupun menyudutkan pihak tertentu. Sebaliknya, pernyataan tersebut lahir dari keprihatinan mendalam atas berbagai aksi kekerasan yang selama ini justru menyasar masyarakat sipil yang tidak bersenjata.

“Apa yang saya maksudkan adalah tindakan TPN-OPM yang membunuh masyarakat sipil seperti mantri, guru, tukang bangunan, hingga pendulang. Mereka adalah warga sipil yang tidak bersenjata dan tindakan tersebut tidak bisa disebut sebagai perjuangan kemerdekaan Papua,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak pernah diakui sebagai bentuk perjuangan. Aksi semacam itu, menurutnya, justru masuk dalam kategori terorisme yang hanya memperpanjang penderitaan masyarakat luas di Tanah Papua.

Lebih lanjut, Yones menilai aktivitas yang dilakukan TPN-OPM selama ini cenderung mengganggu kehidupan masyarakat sehari-hari dan tidak memberikan manfaat nyata bagi kepentingan rakyat Papua. Dampak yang ditimbulkan justru memperburuk kondisi sosial dan keamanan di tingkat akar rumput.

Menurutnya, apabila perjuangan Papua Merdeka benar-benar ingin dijalankan secara konsisten, maka seharusnya ditempuh dengan cara terbuka dan berhadapan dengan pihak yang sepadan, bukan dengan menjadikan warga sipil sebagai sasaran.

“Kalau memang benar memperjuangkan Papua Merdeka, maka lawanlah yang sepadan, yaitu TNI-Polri yang juga memiliki senjata. Lakukan itu secara terbuka di lapangan agar seluruh masyarakat dan dunia tahu bahwa kalian benar-benar memperjuangkan kemerdekaan Papua. Itulah maksud dari pernyataan saya,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Lokasi SIM Keliling Sleman Selasa 3 Februari

Lokasi SIM Keliling Sleman Selasa 3 Februari

Jogja
| Selasa, 03 Februari 2026, 06:27 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement