Bintang Film Porno Rela Tinggalkan Pekerjaannya karena Tak Mau Berhijab saat Beradegan

Foto - dok.Filmdaily
12 September 2019 21:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Seorang bintang porno Nadia Ali memilih berhenti dari pekerjaannya karena tak mau mengenakan hijab saat beradegan prono.

Nadia Ali dulunya merupakan bintang film porno yang penuh kontroversial. Bagaimana tidak, ia mengenakan hijab ketika beraksi. Akibat kelakuanya itu ia sering mendapat ancaman pembunuhan.

Namun itu dulu, sekarang Nadia Ali sudah bertobat dan meninggalkan industri film porno tersebut. Ia sekarang lebih memilih membuka salon kecantikan. Lalu apa alasannya beralih profesi?

Berbicara kepada Refinery29, Nadia Ali menjelaskan bagaimana dirinya memutuskan pensiun, yaitu karena para produser berusaha menjatuhkan Islam dengan cara membuat komunitas Timur Tengah terlihat buruk dengan film porno yang ia lakoni.

"Mereka meminta saya untuk melakukan adegan seks dengan seorang pria Amerika kulit putih.... Mereka ingin menggambarkan orang Amerika meniduri seorang gadis muslim. Di situ saya merasa tidak dihargai. Dan itu tidak akan menjadi adegan saya yang ke-21," kata Nadia menjelaskan.

Lebih lanjut, meski Nadia sudah meninggalkan film porno, dirinya terlanjur tak diterima negaranya sendiri, yaitu Pakistan.

"Pakistan tidak melarang saya masuk ke sana karena saya melakukan adegan porno. Mereka melarang saya karena saya mengenakan kerudung dan pakaian tradisional muslim dalam adegan porno," terangnya.

Diancam Dibunuh karena Beraksi Pakai Hijab

Nadia menceritakan awal mula ia mengenal industri seks. Suatu ketika ia diminta untuk menari telanjang oleh seorang teman.

"Saya menghasilkan 500 dolar AS dan saya sangat bangga pada diri saya sendiri. Seperti, ya Tuhan, saya tidak akan pernah kembali! Saya tidak akan pernah kembali ke kehidupan lamaku," ujarnya.

Dari situ, Nadia bekerja sebagai lady escort, berhubungan seks dengan klien yang membayarnya. Ini ia lakoni sebelum pindah ke industri porno. Namun ternyata industri porno mengalami banyak perkembangan. Selara penonton juga berubah.

"Banyak perusahaan di bidang industri porno dan perusahaan film dewasa tidak mau mengontrak saya sebagai artisnya dan saya tidak akan mendapatkan banyak pekerjaan jika saya tidak memakai pakaian tradisional muslim, Timur Tengah," jelasnya.

Rupanya industri porno mau mengontraknya dalam film asalkan dia mau memakai pakaian tradisional muslim.

Seperti dilansir Film Daily, Nadia mengaku sering mendapat ancaman pembunuhan. Namun ia tetap melakukan adegan seks dengan memakai hijab demi permintaan pasar. Memakai hijab dalam adegan porno itu tabu, namun justru hal yang tabulah yang laku dijual.

Sumber : Okezone.com