KPK Kembali Periksa Saksi Kasus Gratifikasi Muhammad Haniv
KPK memeriksa empat saksi kasus dugaan gratifikasi Rp20,7 miliar yang menjerat mantan Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.
Menlu Retno Marsudi usai mengjadiri peringatan Hari Kartini di Kimpleks Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (21/4/2018)./Ist-Antara
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mendorong penggunaan diplomasi digital untuk menyebarkan pesan perdamaian ketika berbicara dalam Konferensi Regional Diplomasi Digital yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (10/9/2019).
"Teknologi internet dan media harus digunakan dalam diplomasi digital untuk melawan ancaman yang tumbuh dari ekstremisme kekerasan dan terorisme," kata Menlu.
Menurut dia, pelaksanaan diplomasi digital dibutuhkan untuk memastikan bahwa media sosial dan platform online dapat berkontribusi pada berbagai upaya melawan ekstremisme yang disertai kekerasan dan terorisme.
Menlu RI mengatakan bahwa pemerintah perlu merangkul raksasa teknologi, seperti Facebook, Google, Instagram dan Twitter untuk menyebarkan pesan damai dan toleransi.
"Idenya sederhana, untuk menjadikan industri teknologi siap memberikan landasan bagi para pemimpin dunia, pemimpin agama, dan pemimpin komunitas untuk menyebarkan pesan toleransi dan perdamaian secara online," ujar dia.
Untuk itu, Menlu Retno menekankan bahwa diplomasi harus dapat beradaptasi dengan transformasi yang terjadi akibat kecepatan dunia digital agar bisa tetap relevan.
"Internet mungkin bisa menjadi sumber konflik, tentu saja, itu berada di luar tujuan diplomasi. Inilah mengapa saatnya bagi dunia diplomasi untuk berjalan seiring dengan dunia digital," ucapnya.
Pemerintah Indonesia menyelenggarakan Konferensi Regional tentang Diplomasi Digital pada 10-11 September 2019 yang dihadiri perwakilan dari 16 negara, yakni perwakilan dari 10 negara anggota ASEAN dan enam negara lainnya, yaitu Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru.
Konferensi Regional tentang Diplomasi Digital itu akan menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan terkait di kawasan untuk membahas peluang dan tantangan mengenai kegiatan diplomasi yang dijalankan di era digital, serta cara menggunakan dan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara efektif dalam diplomasi menuju kemajuan dan kemakmuran bersama.
Konferensi itu juga bertujuan untuk mendorong kerja sama di masa depan dalam mengurangi kesenjangan teknologi dan digital (technological and digital divide) di kawasan.
Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi kesempatan bagi semua pihak yang hadir, termasuk sektor swasta, untuk membangun peluang kerja sama di bidang teknologi digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK memeriksa empat saksi kasus dugaan gratifikasi Rp20,7 miliar yang menjerat mantan Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.
New York melarang AI generatif bagi siswa kelas 2-K hingga kelas 8. Ini dampak penggunaan AI terhadap kognitif dan sosial anak.
Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat mengawasi penyaluran Pertalite dan biosolar di tengah gangguan distribusi BBM akibat sungai surut.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.