Kampus Fokus dengan Teknologi Komputer Jadi Harapan Bagi Masyarakat

Sekjen Kemenristekdikti Profesor Ainun Naim menyampaikan pidato ilmiah Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-40 STMIK Akakom Yogyakarta, Senin (1/7/2019). - Ist/ Akakom.
02 Juli 2019 06:17 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat memiliki harapan besar terhadap sejumlah lembaga atau perguruang tinggi yang fokus dengan pengembangan ilmu komputer serta teknologi informasi. Mengingat teknologi saat ini terus berubah dengan cepat. Hal itu disampaikan oleh Sekjen Kemenristekdikti Profesor Ainun Naim dalam pidato ilmiah Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-40 STMIK Akakom Yogyakarta, Senin (1/7/2019).

Di hadapan seluruh civitas akademika STMIK Akakom, Ainun Naim menjelaskan perubahan era saat ini terjadi sangat cepat, terutama pada teknologi informasi yang saat ini sering dikenal dengan revolusi industri 4.0. Perguruan tinggi harus dengan cepat merespons perubahan tersebut, apalagi masyarakat memiliki harapan besar terhadap lembaga atau kampus yang fokus dengan ilmu komputer. Karena perguruan tinggi mampu melahirkan sumber daya manusia sekaligus mengembangkan keilmuan yang bisa menjadi jawaban setiap pertanyaa masyarakat.

“Google ini besar, tidak ada setiap otak manusia ini tidak mendengar atau tidak pernah menggunakan google, kecuali mereka yang hidup di China memang tidak menggunakan.  Tetapi mereka menggunakan teknologi yang sama, terus berubah. Sehingga harapan masyarakat terhadap lembaga yang punya fokus terhadap manajemen informasi dan teknologi komputer tentu sangat tinggi,” ungkap Ainun Naim dalam rilisnya.

Ia mengatakan, untuk merespons perubahan, pemerintah juga membuat kebijakan baru untuk mengantisipasi perubahan ekonomi dan global agar supaya Indonesia punya peran di kehidupan dunia. Dengan persiapan perubahan itu pula untuk mendukung negara agar terus berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteran warga.

Sejak lima tahun silam, kata dia, dari segi kelembagaan pemerintah melakukan perubahan cukup drastis di bidang pendidikan maupun pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi , dengan mengedepankan inovasi. Selama lima tahun berjalan, perkembangan publikasi dan inovasi di Indonesia sangat besar, bahkan kalau dihitung persentase bisa mencapai ratusan, baik berupa penelitian maupun publikasi karya ilmiah dan inovasi.

“Kami mengembangkan satu indeks Sinta [science and technology index]. Merupakan indeks penting berkembang dan diakses oleh akademisi peneliti, aksesnya bisa jutaan dari masyarakat berbagai belahan dunia. Ini tanda bahwa kalau kita mau berinisiasi kita akan menjadi leader dalam berbagai bidang. Dengan indeks itu, berbagai masyarakat akan bisa mengikuti indeks kita, dengan mereka mengikuti mereka melirik kita. Kalau indeks kita sudah berkembang berarti kita menjadi leader,” katanya.

Ketua STMIK Akakom Yogyakarta Totok Suprawoto menyadari perubahan terus bergulir dan perguruan tinggi dituntut untuk berinovasi terutama dalam menyiapkan lulusan. Kurikulum menjadi salah satu yang ia persiapkan, pada semester gasal mendatang pihaknya sudah menerapkan kurikulum berbasis KKNI (kerangka kualifikasi nasional Indonesia). “Penerapan kurikulum ini kami sesuaikan dengan perkembangan teknologi, tentu dengan meminta masukan alumni dan pakar bidang teknologi dan komunikasi,” ujarnya.

Totok sepakat di era saat ini setiap lulusan tidak hanya diukur dari prestasi akademik saja, namun juga daya saing lulusan hingga keterserpana lulusan yang tinggi di dunia kerja. Oleh karena itu pihaknya menyiapkan berbagai fasilitas seperti inkubator bisnis yang diharapkan bisa mendorong kreativitas riset dosen dan mahasiswa serta melakuan kerja sama dengan dunia industri di dalam dan luar negeri.

“Prestasi penelitian kami dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun [2019] ini kami ada sekitar 20 judul penelitian dengan pendanaan mencapai Rp400 juta yang 55 persen bersumber dari eksternal dan 45 persen dari internal. Kami sudah memiliki jurnal nasional informatika yang sudah mendapatkan predikat Sinta,” katanya.

Ketua Yayasan Pendidikan Widya Bakti Yogyakarta Teguh Wiyono Budi Prasetyo dalam kesempatan itu menambahkan untuk menjawab tantangan perubahan, STMIK Akakom perlu menggerakkan semua potensi. Guna mengembangkan institusi demi menjawab harapan masyarakat atau untuk kesejahteraan masyarakat.

“Tentu kami upayakan dukungan fasilitas memadai, peremajaan fasilitas agar dapat memberikan layanan maksimal, pemenuhan sumber daya manusia yang sesuai kualifikasi,” ucapnya