Keluarga Curiga Bupati Muara Enim Dijebak saat OTT KPK

Wartawan mengambil gambar pintu samping ruangan kantor sementara Bupati Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan yang disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung Bappeda Muara Enim, Sumatera Selatan, Selasa (3/9/2019) dini hari. - Antara Foto.
04 September 2019 00:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, PALEMBANG--Keluarga Bupati Muara Enim Sumatera Selatan, Ahmad Yani yang diamankan terkait kasus suap di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda), Muara Enim oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, penangkapan tersebut adalah jebakan.

"Untuk teman-teman kalau misal ada opini yang beredar jangan di besar-besarkan, untuk keluarga-keluarga yang lain kan enggak enak juga dengar kabarnya, kalau kami anggapnya dijebak gitu," kata Naufal anak kedua Ahmad Yani.

"Kata KPK dibawa ke Jakarta untuk sebagai saksi karena pada saat kejadian itu bukan OTT. Karena saat itu lagi rapat staf di Bapedda Tapoli kalau untuk info beredar OTT itu saya bantah," lanjut Naufal saat ditemui di kediaman di Palembang.

Saat ini, Ahmad Yani dan tiga orang lainnya yang ditangkap tangan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Mereka akan ditentukan status‎ hukumnya pada sore hari ini melalui konferensi pers. Selain Ahmad Yani, KPK juga mengamankan tiga orang lainnya, mereka yakni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Muara Enim, dan pengusaha.

Keempatnya diduga terlibat dalam kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan milik Dinas Pekerjaan Umum (PU). KPK ‎telah menyita barang bukti berupa uang senilai 35.000 dolar Amerika Serikat dalam OTT tersebut.

Sumber : Antara