Advertisement

Gelombang Serangan Udara Israel Kembali Guncang Gaza, 32 Warga Tewas

Newswire
Minggu, 01 Februari 2026 - 15:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Gelombang Serangan Udara Israel Kembali Guncang Gaza, 32 Warga Tewas Warga Palestina memeriksa kerusakan akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, pada 31 Januari 2026. (Xinhua)

Advertisement

Harianjogja.com, GAZA — Gelombang serangan udara Israel kembali menghantam berbagai wilayah di Jalur Gaza sejak Jumat (30/1/2026) malam hingga Sabtu (31/1/2026) siang waktu setempat. Sedikitnya 32 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan yang menyasar fasilitas kepolisian, kawasan permukiman, hingga tenda-tenda pengungsian.

Serangan itu terjadi di tengah saling tuding antara Israel dan Hamas terkait pelanggaran gencatan senjata. Israel mengklaim serangan dilakukan sebagai respons atas aktivitas militan Hamas, sementara kelompok tersebut membantah tuduhan itu dan menyebutnya sebagai klaim yang menyesatkan.

Advertisement

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengatakan serangan paling mematikan terjadi di pusat kepolisian Sheikh Radwan di Gaza City bagian utara. Serangan udara tersebut menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai sejumlah lainnya, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

“Banyak personel kepolisian berada di dalam gedung saat serangan terjadi. Masih ada korban yang tertimbun reruntuhan,” kata Basal kepada Xinhua.

Sumber keamanan Palestina menyebutkan korban tewas termasuk empat tahanan serta tiga polisi perempuan. Ledakan juga merusak bangunan di sekitar lokasi kejadian.

Di wilayah Khan Younis, pesawat tempur Israel mengebom gedung administrasi kamp Ghaith yang menjadi tempat berlindung puluhan pengungsi. Serangan dilakukan setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi, yang memicu kepanikan luas di kalangan warga.

Serangan drone Israel juga menghantam sekelompok warga Palestina di kawasan permukiman al-Nasr, Gaza City barat. Sedikitnya tiga orang tewas akibat satu rudal yang ditembakkan.

Insiden lain terjadi di wilayah Asdaa, Khan Younis utara, ketika sebuah tenda pengungsian menjadi sasaran serangan udara. Tujuh anggota satu keluarga, termasuk perempuan dan anak-anak, dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya mengalami luka serius. Para korban diketahui berasal dari keluarga Abu Hadaied.

Sementara itu, serangan terhadap sebuah gedung apartemen di kawasan al-Rimal, Gaza City barat, menewaskan lima orang, termasuk seorang perempuan dan dua anak.

Direktur Kompleks Medis Al-Shifa, Mohammed Abu Salmiya, mengatakan lebih dari 30 warga Palestina terluka dalam serangan terbaru tersebut. Sebagian besar korban membutuhkan tindakan operasi darurat.

Menanggapi eskalasi serangan itu, Hamas menyebut pengeboman Israel sebagai “kejahatan brutal” dan pelanggaran berulang terhadap perjanjian gencatan senjata. Hamas menyerukan kepada komunitas internasional serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengambil langkah konkret guna menghentikan agresi Israel dan meminta pertanggungjawaban para pemimpinnya.

Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi telah melancarkan serangan di berbagai titik di Jalur Gaza. IDF mengklaim menargetkan empat komandan Hamas, sejumlah militan, fasilitas penyimpanan senjata, lokasi produksi senjata, serta dua titik peluncuran roket di wilayah Gaza tengah.

Menurut IDF, serangan itu merupakan respons atas insiden pada Jumat, ketika delapan militan Hamas disebut keluar dari sebuah terowongan di Rafah timur, yang dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Namun Hamas membantah keras klaim tersebut, menyebutnya sebagai tuduhan lemah dan tidak berdasar, serta menilai Israel sengaja mengabaikan peran para mediator internasional.

Sehari sebelumnya, militer Israel juga mengumumkan penangkapan seorang komandan senior Batalion Rafah Timur Hamas dalam sebuah operasi di Rafah timur. Komandan tersebut ditangkap saat mencoba melarikan diri melalui terowongan, setelah bentrokan yang menewaskan tiga militan.

Otoritas kesehatan Gaza melaporkan bahwa sejak diberlakukannya gencatan senjata, sedikitnya 509 warga Palestina telah tewas dan 1.409 lainnya terluka akibat serangan Israel. Dengan demikian, total korban sejak Oktober 2023 mencapai 71.769 orang tewas dan 171.251 lainnya luka-luka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Gunungkidul Anggarkan Rp588 Miliar Tekan Kemiskinan di 2026

Gunungkidul Anggarkan Rp588 Miliar Tekan Kemiskinan di 2026

Gunungkidul
| Minggu, 01 Februari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement