Advertisement
Jokowi Diminta Coret Kandidat Capim KPK Bermasalah
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi korban saat simulasi penanggulangan kebakaran di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/9). Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus edukasi jika terjadi kebakaran di gedung lembaga antirasuah itu. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Menyusul diterimanya 10 nama calon pimpinan (capim) KPK dari Panitia Seleksi Capim KPK pada Senin (2/9/2019), Presiden Joko Widodo diminta mencoret nama calon pimpinan KPK bermasalah.
Koalisi Kawal Capim KPK yang merupakan gabungan dari pegiat antikorupsi memandang dari nama-nama hasil tes wawancara dan uji publik tersebut masih terdapat beberapa nama yang diduga memiliki rekam jejak buruk dan tidak berintegritas.
Advertisement
Kurnia Ramadhana, perwakilan Koalisi sekaligus peneliti ICW mengatakan bila merujuk pernyataan Jokowi dalam pertemuan dengan pihak Pansel kemarin, Jokowi menyampaikan bahwa dirinya meminta masukan dari publik mengenai hasil seleksi yang telah dilakukan oleh Pansel Capim KPK.
Jokowi juga menyatakan tidak akan mengambil keputusan secara tergesa-gesa sehingga perlu adanya ruang bagi publik memberikan catatan terhadap nama-nama yang telah diseleksi oleh Pansel Capim KPK.
BACA JUGA
"Namun amat disayangkan Pansel KPK justru menyebutkan seakan-akan 10 nama yang sudah disetorkan ke Presiden langsung mendapat persetujuan oleh Presiden," kata Kurnia, Selasa (3/9/2019).
Menurut Kurnia, dasar hukum pembentukan Pansel adalah Keputusan Presiden untuk itu Jokowi mempunyai hak penuh untuk mengevaluasi kinerja Pansel dan menolak calon-calon tertentu jika ditemukan potensi masalah.
Selain itu, Koalisi menilai jika calon bermasalah tetap terpilih maka akan memberikan citra negatif bagi pemerintah di era Presiden Joko Widodo.
Kurnia mengatakan Presiden Jokowi berdasarkan UU memiliki waktu paling lambat 14 hari sebelum menyerahkan kesepuluh nama itu ke Komisi III DPR untuk menjalani fit and proper test dan disaring menjadi lima nama.
Untuk itu, dinilai penting agar Jokowi dapat mendengar seruan publik yang menurutnya ada persoalan serius dalam proses seleksi calon pimpinan KPK ini.
Terlebih, harapan juga datang dari pelbagai tokoh seperti PBNU, Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, Romo Benny, Mahfud MD, Romo Magnis, dan lain-lain.
"Pada intinya sangat mengharapkan agar Presiden dapat benar-benar selektif dan meletakkan indikator integritas dan bersih secara rekam jejak menjadi prioritas penilaian," kata dia.
Berikut 10 Nama Capim:
1. Alexander Marwata (Komisioner KPK)
2. Firli Bahuri (Anggota Polri)
3. I Nyoman Wara (Auditor BPK)
4. Johanis Tanak (Jaksa)
5. Lili Pintauli Siregar (Advokat)
6. Luthfi Jayadi Kurnaiwan (Dosen)
7. Nawawi Pomolango (Hakim)
8. Nurul Ghufron (Dosen)
9. Roby Arya B. (PNS Sekretariat Kabinet)
10. Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- MBG Tetap Jadi Prioritas, Prabowo: Saya Yakin di Jalan yang Benar
- Bangun Pagi Bisa Lebih Segar Jika Lakukan Ini Dulu
- Kemarau Lebih Panjang Diprediksi Mengancam Pangan Nasional
- Liga Spanyol 2026: Brace Vinicius Bawa Madrid Menangi Derby Panas
- Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Membebani Ginjal
- Jumlah Orang Kelaparan Berpotensi Melonjak Akibat Konflik di Iran
- Sejumlah Kota Besar Indonesia Berpotensi Dilanda Hujan Sangat Lebat
Advertisement
Advertisement








