Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Ilustrasi Partai Demokrat./Harian Jogja
Harianjogja.com, JAKARTA- Partai Demokrat belakangan terindikasi merapat ke pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Pengamat politik Abi Rekso memandang Partai Demokrat saat ini tidak terlalu menguntungkan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo, dari segi kekuatan politik.
"Pertanyaan yang menarik terkait Demokrat, apakah Demokrat menguntungkan atau tidak bagi pak Jokowi. Menurut saya, bagi Jokowi tidak ada untungnya dari sisi kekuatan politik," kata Abi Rekso dihubungi di Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Pernyataan Abi menyikapi peluang Demokrat bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi dalam pemerintahan mendatang.
Abi menyampaikan dengan koalisi partai politik yang ada saat ini kekuatan Jokowi sudah mencapai sekitar 62 persen. Pola komunikasi Jokowi dengan partai oposisi juga dinilai sudah cukup baik.
Dengan fakta tersebut, maka kekuatan Demokrat yang hanya tujuh persen lebih, menurutnya tidak terlalu diperhitungkan lagi sebagai kekuatan partai politik.
"Saya tidak tahu apakah ada kekuatan politik lain seperti misalnya pengaruh SBY di level tokoh tertentu. Tapi sebagai kekuatan parpol, Demokrat hanya tujuh persen, sebagai partai yang mengalami degradasi elektoral. Tidak terlalu penting bagi Jokowi untuk menarik masuk Demokrat," kata Abi.
Lebih jauh dia mengakui, dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi. Namun jika melihat pernyataan Jokowi di depan para pemimpin redaksi media, di Istana Merdeka beberapa waktu lalu, bahwa koalisi parpol pendukungnya tidak akan bertambah, maka posisi Demokrat menjadi kian jelas.
"Jadi kalau ditanya peluang Demokrat bergabung ada atau tidak, dengan kondisi sekarang, namanya politik peluang itu tetap ada, tapi apakah menguntungkan, saya tidak melihat. Di sisi lain, pak Jokowi dalam pertemuan dengan pemred media sudah firm menyampaikan koalisi tidak akan bertambah," jelasnya.
Dia mengatakan Jokowi sudah menyampaikan kabinetnya mendatang akan mengakomodasi 45 persen kursi menteri untuk kalangan parpol. Maka, kata Abi, 45 persen kursi itu akan diberikan Jokowi kepada partai pendukungnya di koalisi, yang dalam hal ini tidak akan mengalami penambahan.
Menurut Abi, Jokowi mungkin saja mempertimbangkan putra Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono menjadi menteri dalam kabinet, sebagai wujud redistribusi kekuatan politik nasional sekaligus mengakomodasi kalangan muda.
Namun, dia menilai keputusan Jokowi menarik AHY masuk kabinet akan didasari kedekatan atau chemistry personal Jokowi dengan AHY. Selain itu AHY juga akan diklaim untuk masuk sebagai menteri dari kalangan profesional, atau di luar komposisi 45 persen kursi yang disiapkan bagi kalangan partai politik pendukung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Mural di Patangpuluhan Jogja menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyuarakan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga ekonomi kreatif.
BBMKG memperingatkan potensi air laut pasang di Bali pada 26-30 September 2026. Warga pesisir diminta waspada terhadap dampaknya.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Kebakaran lahan terjadi di Puncak Setampol Torean Gunung Rinjani. Tim TNGR bergerak memadamkan api dan menilai luas area terdampak.