Mbah Moen Pernah Minta Agar Wafat di Hari Selasa dan di Mekkah

KH Maimoen Zubair - Antara/Deni Santosa
06 Agustus 2019 19:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Wafatnya KH Maimun Zubair di Tanah Suci, Makkah menjadi duka bagi banyak orang. Ulama besar PBNU yang biasa disapa Mbah Moen itu berpulang di usianya yang ke-90 tahun.

Siapa sangka, Selasa menjadi hari yang diinginkan Mbah Moen untuk dicabut nyawanya. Hal itu sesuai dengan video yang kini tengah viral di media sosial.

Akun Twitter @MurtadhaOne yang membagikan ulang video tersebut. Judul dari video itu ialah "Keistimewaan Hari Selasa di Pondok Sarang Rembang" - KH Maimoen Zubair.

Dalam posting-an tersebut, Murtadha menjelaskan, kalau Mbah Moen pernah minta didoakan agar meninggal pada Selasa, karena biasanya ahli ilmu itu meninggalnya hari Selasa. Dan dia juga minta didoakan meninggal di Makkah saat berhaji.

Seperti apa pernyataan Mbah Moen di video tersebut?

"Hari selasa itu Sarang mulai syiar. Saya mulai dari kecil dan menurut riwayat pondok yang Insya Allah pada pertama kali 1800-an didirikan pondok ini di Karangmangu," katanya di awal video.

Lalu, Mbah Moen melanjutkan, Selasa itu hari yang menurut neneknya, mulai dari nenek yang ke-4 sampai ayah dan ibu, kalau meninggal hari Selasa.

"Saya cerita yang sudah mengerti atau belum sampai mbah saya Ki Ahmad meninggal hari selasa. Sebab apa? Sebab Allah membuat itu empat hari. Ahad, Senin, Seloso, Rebo, sebab rampung bumi diciptakan Allah," ungkapnya.

Di sisi lain, KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam) menyampaikan melalui status Facebook pribadinya kalau Mbah Moen benar pernah meminta didoakan meninggal di hari Selasa.

"Mbah Yai Maimun pernah dawuh, minta didoakan meninggal pada hari Selasa karena biasanya orang ahli ilmu itu meninggalnya hari Selasa. Dan minta didoakan meninggal di Makkah pas haji. Masya Allah, diijabah oleh Allah semuanya," tulisnya.

Sumber : Okezone.com