Pesan Mbah Moen untuk UIN Walisongo Agar Menjaga Islam Moderat

KH Maimoen Zubair - Antara/Deni Santosa
06 Agustus 2019 17:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG - Sebelum berpulang KH Maimoen Zubair pernah berpesan terkait keberadaan UIN Walisongo.

Rektor UIN Walisongo, Prof Dr Imam Taufiq ikut belasungkawa dan amat berduka atas wafatnya KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) di Makkah Al Mukaromah, Selasa (6/8/2019). Mbah Moen dikenal sebagai ulama kharismatik yang menjadi rujukan semua warga bangsa Indonesia dan dunia dalam hal agama serta kebangsaan.

"UIN Walisongo sangat kehilangan poros bumi yang menjadi tiang keagamaan dan keindonesiaan. Mbah Maimoen ikut menjaga kokohnya Indonesia dan dunia. Beliau selain ulama juga seorang figur yang sejuk, arif, wira'i dan penyebar kedamaian," tegas Imam Taufiq.

Dakwah model Mbah Moen sangat menyentuh hingga basis masyarakat karena menggunakan bahasa yang khas pesantren, yang bisa diterima oleh kalangan manapun. Bahkan untuk tingkat elite juga mendapat pencerahan dalam merajut bangsa  Indonesia menjadi negara yang damai dan rukun.

Kepada UIN Walisongo dalam kesempatan sekitar akhir Ramadan, Mbah Moen berpesan agar tetap teguh mempertahankan UIN sebagai rujukan kajian Islam ala pesantren yang berkarakter dan menjadi benteng moderasi Islam.

"Mbah Maimoen berpesan pada kami bahwa kampus UIN Walisongo agar mempertahankan kajian Islam klasik dan menjaga Islam yang moderat," tegas Imam Taufiq yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang.

Pesan ini dinilai sangat tepat dengan visi kelembagaan kampus Islam ini karena berkomitmen dalam melestarikan local wisdom dan meneguhkan arah moderasi untuk kemasyarakatan dan kebangsaan. Keluarga besar UIN Walisongo ikut menggelar Salat Gaib dan tahlil bersama menghormati almarhum Mbah Maimoen yang akan dimakamkan di Ma'la Mekkah.

Sumber : Antara