Advertisement
Partai Demokrat AS Desak Trump Bertanggung Jawab atas Penembakan di Texas dan Ohio
Presiden AS Donald Trump menghadiri pertemuan dengan sejumlah perwakilan media sosial di Gedung Putih, Washington DC, AS, Kamis (11/7/2019). - Reuters/Carlos Barria
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Panggung politik Amerika Serikat (AS) menyorot habis-habisan kasus insiden dua penembakan massal yang menewaskan puluhan orang di Texas dan Ohio akhir pekan kemarin.
Sebagian besar kandidat Presiden AS dari partai Demokrat mengulangi seruan untuk langkah-langkah kontrol senjata yang lebih ketat. Ada pula yang menarik kaitan kejadian ini dengan kebangkitan nasionalisme kulit putih dan politik xenophobia di Amerika Serikat.
Advertisement
Beberapa nama dari Partai Demokrat yang bakal berlaga menuju pencalonan Presiden AS 2020 menuduh Presiden Donald Trump telah memicu perpecahan rasial. Mereka mengatakan Trump secara tidak langsung harus disalahkan atas peristiwa itu.
Beto O'Rourke, mantan anggota kongres dan salah satu kandidat yang bakal menantang Trump meyakini bahwa Trump adalah nasionalis berkulit putih.
BACA JUGA
“Dia adalah seorang rasis dan mendorong lebih banyak rasisme di negara ini," ujar O'Rourke kepada CNN, seperti dilansir dari Reuters.
Senator AS Cory Booker yang juga adalah anggota Demokrat bahkan terang-terangan menyatakan Trump bertanggung jawab atas kejadian itu.
“Dia bertanggung jawab karena memicu ketakutan, kebencian, dan kefanatikan,” tutur Booker.
Penjabat Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney membantah tuduhan pihak Demokrat dan mengaitkan penembakan itu dengan orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan.
“Tidak ada gunanya mencoba menjadikan ini masalah politik, ini adalah masalah sosial dan kita perlu mengatasinya,” tutur Mulvaney di ABC "This Week".
Sementara itu, kepada wartawan di landasan Bandar udara di Morristown, New Jersey, setelah menghabiskan akhir pekan di resor golf miliknya, Trump mengatakan bahwa kebencian tidak diterima di Amerika Serikat.
“Kebencian tidak memiliki tempat di negara kita, dan kita akan mengatasinya,” ujar Trump yang kembali diusung partai Republik dalam Pilpres 2020.
Dalam komentar publik pertamanya tentang penembakan itu, Trump mengatakan telah berbicara dengan FBI, Jaksa Agung William Barr dan anggota Kongres tentang apa yang bisa dilakukan untuk mencegah kekerasan seperti itu.
Ia tidak menanggapi tuduhan para pengkritik tentang retorika anti-imigran dan rasialnya dan hanya mengomentari bahwa penembakan itu adalah “tindakan pengecut”.
Seperti diberitakan, dua aksi penembakan massal mengguncang Texas dan Ohio, AS, pada Sabtu (3/8/2019) dan Minggu (4/8/2019) waktu setempat.
Selain korban tewas, puluhan orang juga terluka dalam penembakan yang hanya berjarak dalam waktu 13 jam dari kejadian pertama. Hal itu mengejutkan negara yang telah menjadi terbiasa dengan penembakan massal sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang terorisme domestik.
Pembantaian pertama terjadi pada hari Sabtu pagi di kota perbatasan yang mayoritas berpenduduk kulit berwarna (Hispanik) di El Paso.
Saat itu seorang pria bersenjata menewaskan 20 orang di toko Walmart sebelum akhirnya menyerah.
Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di distrik pusat kota Dayton, Ohio, Minggu pagi, menewaskan sembilan orang dan melukai sedikitnya 26 lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
- Friderica Widyasari Sari Terpilih Ketua OJK 2026-2031
- Iran Minta Negara Arab Tunjukkan Lokasi Pasukan AS-Israel
- Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Ajukan Restorative Justice
Advertisement
Mudik Kulonprogo 2026: BPBD Ingatkan Jalur Longsor dan Cuaca Ekstrem
Advertisement
Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026
Advertisement
Berita Populer
- Libur Lebaran 2026: Polisi Antisipasi Macet di Penyangga Malioboro
- Viral Persahabatan Siswa SMK Bantul, Alif Dapat Laptop dari Alumni
- PSIM Unggul 2-1 atas Persijap Babak Pertama, Sempat Mati Lampu
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
- Prabowo Target Bangun PLTS 100 Gigawatt, Percepat Swasembada Energi
- 27.200 Warga Sleman Diprediksi Ikuti Salat Idul Fitri, Ini Lokasinya
- YouTube Uji Teknologi Deteksi Deepfake AI untuk Pejabat dan Jurnalis
Advertisement
Advertisement







