Advertisement

Ramadan Bikin Pengeluaran Naik, Begini Cara Mengelola Keuangan

Newswire
Kamis, 12 Maret 2026 - 16:42 WIB
Abdul Hamied Razak
Ramadan Bikin Pengeluaran Naik, Begini Cara Mengelola Keuangan Gambar Ilustrasi.ist

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi momentum refleksi spiritual, bulan suci juga identik dengan meningkatnya aktivitas sosial dan ekonomi.

Berbagai kegiatan khas Ramadan, mulai dari persiapan sahur dan berbuka puasa, tradisi berbagi dengan sesama, hingga persiapan mudik dan Hari Raya, membuat dinamika konsumsi masyarakat meningkat dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Advertisement

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan aktivitas ekonomi dan transaksi keuangan di Indonesia dapat meningkat sekitar 30–40% selama Ramadan. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan rumah tangga, kegiatan sosial, serta berbagai tradisi yang melekat pada bulan puasa.

Survei Snapcart pada 2025 juga menunjukkan sekitar 75% masyarakat memperkirakan pengeluaran mereka meningkat sepanjang Ramadan. Kebutuhan makanan, pakaian, serta persiapan Lebaran menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan belanja rumah tangga.

Selain konsumsi, tradisi sosial seperti berbuka puasa bersama dan ngabuburit juga tetap menjadi bagian penting dari Ramadan. Aktivitas tersebut tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor kuliner dan ritel.

Perubahan perilaku masyarakat juga terlihat dari meningkatnya penggunaan transaksi digital. Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS selama Ramadan dan Idulfitri 2025 tumbuh hingga lebih dari dua kali lipat secara tahunan per pengguna.

Momentum Ramadan juga biasanya bertepatan dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Dana tambahan ini kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tabungan, pembayaran zakat dan sedekah, hingga memenuhi kebutuhan konsumsi serta perjalanan mudik.

Kementerian Perhubungan mencatat sekitar 154 juta orang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2025. Tingginya mobilitas tersebut menunjukkan bahwa Ramadan juga menjadi periode dengan pergerakan masyarakat yang sangat besar.

Kondisi ini membuat perencanaan keuangan menjadi semakin penting. Tanpa pengelolaan yang baik, peningkatan kebutuhan selama Ramadan berpotensi memengaruhi kondisi finansial setelah Lebaran.

Consumer Funding & Wealth Business Head Bank Danamon Indonesia, Ivan Jaya mengatakan Ramadan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk menata kembali pengelolaan keuangan.

“Ramadan merupakan momen yang penuh keberkahan sekaligus kesempatan untuk memperkuat kebiasaan finansial yang lebih baik. Dengan perencanaan yang tepat, masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengelolaan pengeluaran secara bijak memungkinkan masyarakat tetap memenuhi berbagai kebutuhan selama Ramadan tanpa mengabaikan tujuan keuangan jangka panjang.

Dengan perencanaan yang matang, masyarakat dapat menyeimbangkan kebutuhan ibadah, konsumsi, serta rencana keuangan setelah Lebaran. Ramadan pun tidak hanya menjadi momen memperkuat spiritualitas dan kebersamaan, tetapi juga kesempatan membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Lurah Bohol Gunungkidul Divonis 1 Tahun Penjara Kasus Korupsi APBKal

Lurah Bohol Gunungkidul Divonis 1 Tahun Penjara Kasus Korupsi APBKal

Gunungkidul
| Kamis, 12 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

Wisata
| Kamis, 12 Maret 2026, 00:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement