Advertisement

Kemenkes Targetkan Imunisasi Campak 95 Persen Jelang Lebaran

Newswire
Kamis, 12 Maret 2026 - 15:27 WIB
Maya Herawati
Kemenkes Targetkan Imunisasi Campak 95 Persen Jelang Lebaran Ilustrasi vaksin / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengebut cakupan imunisasi campak nasional dengan target mencapai 95 persen sebelum Lebaran 2026. Langkah percepatan imunisasi campak ini dilakukan untuk menekan risiko penularan saat mobilitas masyarakat meningkat pada musim mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan program percepatan imunisasi campak tersebut telah berjalan selama sekitar satu minggu dan menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Pemerintah menargetkan capaian kekebalan masyarakat melalui imunisasi campak bisa mendekati angka 95 persen sebelum periode Lebaran 2026.

Advertisement

"Nah hari ini sudah jalan satu minggu. Saya ngeliat hasilnya penetrasinya bagus. Angka pastinya saya belum dapat. Tapi memang kita ngejar ini kalau bisa sebelum Lebaran," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, program percepatan imunisasi campak saat ini telah dijalankan di sekitar 50 kabupaten/kota di Indonesia. Target penyelesaian sebelum Lebaran dipilih karena periode mudik diperkirakan memicu mobilitas masyarakat secara besar-besaran yang berpotensi meningkatkan penularan penyakit campak.

"Nah kalau anak-anak ini terkena campak atau ada orang tua yang terkena campak kemudian bergerak, itu bisa menularkan yang lain," ucap Menkes.

Menurut Budi Gunadi Sadikin, tingkat penularan penyakit campak tergolong sangat tinggi. Satu orang yang terinfeksi campak berpotensi menularkan virus tersebut kepada 12 hingga 18 orang lainnya.

"Itu kalau kita mau menahan penularan kayak COVID dulu, ini harus 95 persen memiliki kekebalan karena imunisasi," ujar Menkes.

Untuk mempercepat pencapaian target imunisasi campak 95 persen sebelum Lebaran 2026, pemerintah menggencarkan layanan vaksinasi melalui puskesmas dan posyandu di berbagai daerah. Upaya ini juga mendapat dukungan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar pemerintah daerah turut memperkuat pelaksanaan imunisasi di wilayah masing-masing.

Selain percepatan imunisasi campak di fasilitas kesehatan, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan strategi tambahan dengan membuka layanan vaksin MR (Measles Rubella) di posko-posko mudik Lebaran guna mengantisipasi peningkatan penyebaran campak selama masa libur panjang.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni mengatakan layanan vaksinasi campak tersebut disiapkan khusus untuk anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi saat melakukan perjalanan mudik.

“Kami siap mengantisipasi, jadi sudah menyiapkan sebenarnya layanan vaksinasi campak pada pos mudik. Kami sudah merencanakan akan dibuka layanan vaksinasi di pos pelayanan mudik,” kata Andi dalam Konferensi Pers Update Kasus Campak di Indonesia yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sepanjang 2026 tercatat sebanyak 10.453 suspek campak di Indonesia. Pada minggu kedelapan tahun ini terjadi penambahan 506 suspek campak dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Kemenkes memastikan penggunaan vaksin MR dalam program imunisasi campak aman karena telah memiliki izin edar dari BPOM serta melalui proses evaluasi ketat dari WHO. Efek samping vaksin disebut bersifat wajar dan sementara sebagaimana vaksin pada umumnya.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalusia juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap vaksin yang digunakan dalam program imunisasi campak nasional karena proses pemilihannya telah melalui kajian ilmiah yang ketat.

“Jangan khawatir terkait pemilihan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi nasional karena telah dilakukan kajian yang seksama oleh Kemenkes dan dilakukan bersama Komite Imunisasi Nasional,” kata Lucia dalam Konferensi Pers Update Kasus Campak di Indonesia yang diselenggarakan secara daring di Jakarta pada Jumat.

Melalui percepatan imunisasi campak menjelang Lebaran 2026, pemerintah berharap cakupan kekebalan masyarakat dapat meningkat sehingga risiko penularan campak saat arus mudik dan mobilitas masyarakat tinggi dapat ditekan, terutama pada kelompok anak-anak yang belum memperoleh vaksinasi lengkap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Motor Rental Digadaikan Rp12 Juta, Pria Asal Sleman Ditangkap Polisi

Motor Rental Digadaikan Rp12 Juta, Pria Asal Sleman Ditangkap Polisi

Jogja
| Kamis, 12 Maret 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

Wisata
| Kamis, 12 Maret 2026, 00:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement