Advertisement
Iran Minta Negara Arab Tunjukkan Lokasi Pasukan AS-Israel
Asap tebal mengepul dari gedung-gedung setelah serangan udara di Teheran, Iran, pada 10 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua - Shadati)
Advertisement
Harianjogja.com, TEHERAN — Pihak Angkatan Bersenjata Iran secara terbuka mengimbau seluruh penduduk Muslim serta negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk melaporkan keberadaan posisi militer Amerika Serikat dan Israel. Langkah luar biasa ini diambil demi memastikan efektivitas serangan balasan yang lebih presisi tanpa menimbulkan dampak fatal bagi warga sipil di sekitar area target operasi.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, menegaskan bahwa informasi dari masyarakat sangat krusial agar warga negara setempat tidak dirugikan saat rudal dilepaskan ke basis musuh. Menurutnya, militer Iran berkomitmen melakukan serangan dahsyat terhadap sasaran "Zionis" dengan tetap memprioritaskan keselamatan penduduk yang selama ini kerap dijadikan perisai manusia oleh pihak lawan dalam konflik bersenjata tersebut.
Advertisement
“Kemudian penduduk kawasan tersebut akan tetap aman dari serangan dahsyat Angkatan Bersenjata Iran, dan kami dapat menyelamatkan mereka dari kejahatan AS dan Israel,” ujar Shekarchi sebagaimana dikutip dari kantor berita Defapress, Rabu (11/3/2026).
Ketegangan ini merupakan buntut dari serangan gabungan besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari lalu, yang mengakibatkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta kerusakan fasilitas pendidikan di Iran selatan.
BACA JUGA
Di tengah panasnya situasi perang, muncul titik terang mengenai kondisi kepemimpinan tertinggi Iran yang baru. Yousef Pezeshkian, putra Presiden Iran sekaligus penasihat pemerintah, secara tegas membantah rumor yang menyebutkan Mojtaba Khamenei mengalami cedera dalam rangkaian serangan tersebut.
Melalui konfirmasi kepada pihak internal, ia memastikan bahwa pemimpin berusia 56 tahun itu dalam kondisi bugar dan menjalankan tugasnya tanpa kendala kesehatan apa pun.
Mojtaba Khamenei sendiri secara resmi telah dinobatkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran ketiga sejak era Revolusi Islam 1979 untuk menggantikan mendiang ayahnya. Sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam ranah yudikatif, legislatif, hingga kebijakan nuklir, Mojtaba diprediksi akan terus mempertahankan garis diplomasi keras terhadap intervensi Barat.
Kini, seluruh elemen militer Iran berada dalam posisi siaga penuh untuk meluncurkan balasan setimpal terhadap setiap ancaman yang muncul di wilayah Timur Tengah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Minta Negara Arab Tunjukkan Lokasi Pasukan AS-Israel
- Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Ajukan Restorative Justice
- Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029
- OTT KPK: Uang Ratusan Juta Disita, Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
Advertisement
27 Lurah Gunungkidul Wajib Lapor LHKPN, Tujuh Belum Serahkan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tips Mudik Aman: Pakar Ingatkan Bahaya Roof Box Berlebih
- Kapal Tongkang Tabrak 7 Rumah di Demak, 12 Warga Mengungsi
- Pemkab Bantul Targetkan 875 Bidang Pematokan Tanah Kalurahan 2026
- Habitat Komodo Flores Perlu Diperluas, Dosen UGM Ingatkan Ancaman
- 14 Ton Daging Ayam Surabaya Ditolak di Jayapura karena Tercemar
- Bapisus Bahas Dampak Perang Iran-AS terhadap Pangan dan Energi
- Bank Jateng Cabang Jogja Sinergi dengan Polda DIY Fasilitasi Kredit
Advertisement
Advertisement







