Soal Proyek BORR Ambruk, PUPR Siap Beri Sanksi Bertingkat

Sejumlah pekerja membersihkan material coran semen di lokasi ambruknya salah satu tiang penyangga proyek pembangunan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIIA simpang Yasmin-Semplak di jalan raya KH Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/7/2019). - ANTARA/Arif Firmansyah
15 Juli 2019 14:47 WIB Krizia Putri Kinanti News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Robohnya proyek jalan tol Bogor Ring Road seksi 3A pekan lalu akan diangkat dalam pertemuan internal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sore ini, Senin (15/7/2019).

"Nanti sore akan ada pertemuan dengan Komite Keselamatan Konstruksi [K3] dan pihak terkait, karena sebelumnya kita sudah bertemu cuma yang disampaikan belum lengkap jadi mau bertemu lagi," tutur Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin menjawab pertanyaan Bisnis, Senin (15/7/2019).

Menurut Syarif, hasil dari rapat yang akan dilakukan ini akan disampaikan ke Menteri PUPR baru akan dirilis secara resmi.

Apabila nanti terbukti ada kesalahan berupa human error, akan bisa dikenakan sanksi bertingkat.

"Harus kena sanksi [apabila terbukti], nanti kita lihat sanksinya bertingkat bisa sampai pergantian direksinya seperti yang kemarin," katanya.

Bekisting jalan tol BORR seksi 3A ambruk pekan lalu pada pukul 05.15 WIB saat dilakukan pengecoran pier head.

Pekerjaan konstruksi digarap oleh PT PP (Persero) Tbk. dan konsultan PT Indec KSO.

Jalan tol BORR saat ini sudah beroperasi di dua seksi, yaitu seksi 1 (Sentul—Kedung Halang) sepanjang 3,90 kilometer dan seksi 2 (Kedung Halang—Simpang Yasmin) sejauh 4,60 kilometer. Sementara itu, seksi 3 sedang dalam tahap konstruksi yang dimulai sejak Desember 2018.

Sumber : Bisnis.com