Advertisement
Iran Beralih ke BeiDou China, Tinggalkan Sistem GPS AS
Ilustrasi satelit (Freepik)
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Iran memutuskan meninggalkan ketergantungan pada sistem navigasi satelit Global Positioning System (GPS) milik Amerika Serikat dan beralih menggunakan BeiDou Navigation Satellite System buatan China. Langkah ini dinilai sebagai strategi penting untuk memperkuat kemandirian teknologi sekaligus meningkatkan akurasi sistem navigasi di sektor militer maupun sipil.
Berdasarkan laporan National Herald India, keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang Teheran untuk mengurangi risiko manipulasi atau pembatasan sinyal navigasi oleh pihak luar. Selama bertahun-tahun, sejumlah infrastruktur vital Iran—mulai dari jaringan komunikasi, armada kapal dagang hingga sistem persenjataan—masih bergantung pada satelit navigasi milik Amerika Serikat.
Advertisement
Menurut berbagai analisis strategis, ketergantungan pada GPS membuat negara pengguna berpotensi menghadapi pembatasan kualitas sinyal yang dapat dilakukan secara selektif oleh Washington. Kekhawatiran tersebut muncul setelah beberapa laporan menyebutkan adanya gangguan sinyal GPS di kawasan Teluk yang dikaitkan dengan operasi militer Amerika Serikat serta aktivitas elektronik yang dilakukan Israel.
Sebagai alternatif, Iran memilih sistem navigasi BeiDou yang dikembangkan China. Sistem tersebut diklaim memiliki sinyal militer terenkripsi dengan tingkat presisi tinggi yang dapat mencapai skala desimeter, kemampuan yang dinilai sebanding bahkan melampaui akurasi GPS untuk penggunaan sipil.
BACA JUGA
Hubungan teknologi antara Iran dan China mulai menguat sejak 2021 ketika Teheran mendapatkan akses ke layanan sinyal militer tingkat lanjut dari BeiDou. Akses semacam ini umumnya diberikan Beijing kepada negara mitra strategis yang terlibat dalam kerja sama teknologi dan pertahanan jangka panjang.
Integrasi teknologi tersebut diyakini berdampak pada peningkatan presisi sejumlah sistem persenjataan Iran, termasuk dalam serangan rudal yang dilaporkan terjadi pada April 2024 di wilayah Israel. Beberapa laporan menyebutkan bahwa sejumlah proyektil memiliki tingkat deviasi sasaran yang relatif kecil dibandingkan sistem sebelumnya.
Selain untuk kebutuhan militer, penggunaan BeiDou juga mulai merambah sektor sipil di Iran. Teknologi ini dimanfaatkan dalam berbagai bidang, seperti navigasi kapal, pemetaan maritim, pengoperasian drone pertanian, hingga integrasi dengan aplikasi transportasi digital.
Perkembangan ini juga dipandang sebagai bagian dari dinamika baru dalam persaingan teknologi global. China melalui inisiatif jaringan satelitnya berupaya memperluas pengaruh navigasi global, sementara beberapa negara lain mulai mengombinasikan sistem satelit berbeda, termasuk integrasi dengan GLONASS milik Rusia.
Langkah Iran beralih ke BeiDou mencerminkan perubahan lanskap teknologi navigasi global yang semakin multipolar, di mana sejumlah negara mulai mengembangkan atau mengadopsi sistem alternatif di luar dominasi GPS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
Advertisement
Advertisement







