Harga Beras Dipantau di 458 Titik, Mafia Beras Jadi Sasaran
Pemerintah memantau 458 titik di 240 kabupaten dan kota untuk menjaga harga dan mutu beras serta memberantas mafia beras.
Wakil Presiden Jusuf Kalla./Antara-Mohammad Ayudha
Harianjogja.com, JAKARTA--Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi kebesaran hati Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk bertemu satu sama lain usai kontestasi Pilpres 2019.
“Pada Sabtu lalu, bertemunya Pak Presiden dengan Pak Prabowo juga mendamaikan kehidupan politik bangsa ini. Oleh karena itu kita harus menghargai kedua tokoh itu atas kebesaran hati untuk bersatu demi kesatuan bangsa ini,” kata Wapres saat memberikan Pembekalan Capraja TNI-Polri di GOR Ahmad Yani Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (15/7/2019).
Wapres mengatakan pertemuan kedua tokoh tersebut menjadi penanda bahwa dinamika politik di Indonesia semakin membaik, khususnya pascapenyelenggaraan Pilpres 2019.
Kepada ratusan calon perwira remaja (capraja), Wapres berpesan agar sebagai generasi muda mereka dapat mencontoh kebesaran hati Jokowi dan Prabowo tersebut meskipun berlawanan dalam pandangan politik.
“Anda semua sebagai generasi muda harus memberi dan mendapat contoh yang baik dalam kehidupan bernegara seperti itu,” ujarnya.
Jokowi dan Prabowo bertemu dan berjabat tangan untuk pertama kalinya di depan publik, pada Sabtu pagi (13/7/2019) pukul 10.00 WIB, di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Prabowo Subianto sudah tiba di stasiun MRT Lebal Bulus pada pukul 09.50 WIB disusul Presiden Joko Widodo pada sekitar pukul 10.00 WIB. Keduanya berpelukan, melambaikan tangan ke awak media dan selanjutnya naik ke gerbong MRT.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengungkapkan pertemuan kedua tokoh tersebut tidak lepas dari peran Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Terima kasih Pak Jusuf Kalla akhirnya pertemuan Kangmas Joko Widodo dan Mas Prabowo Subianto bisa terjadi. Ini sebuah langkah awal menuju Indonesia Bekerja untuk menuju masyarakat Adil Makmur," kata Arief, di Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah memantau 458 titik di 240 kabupaten dan kota untuk menjaga harga dan mutu beras serta memberantas mafia beras.
Aktivitas Merapi dan kondisi alam menjadi pertimbangan wisatawan sebelum berkunjung ke Sleman, meski wisata kawasan Merapi tetap diminati.
Arab Saudi mengancam respons tegas terhadap Houthi setelah serangan rudal dan drone melukai 13 warga sipil di wilayah selatan.
Padat Karya Sleman 2026 tak mendapat tambahan APBD Perubahan. Program BKK DIY masih berlanjut hingga tahap ketiga pada Oktober-November.
Kenali tanda disleksia pada anak saat belajar membaca, mulai sulit mengenali huruf hingga membaca lambat dan kesenjangan nilai akademik.
Perkara TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah masuk tahap finalisasi. Tim 9 Kejagung menunggu P-21 sebelum penyerahan tersangka dan barang bukti.