Atasi Permasalahan Rokok, Kampus Ini Bentuk Satgas

Wakil Rektor Bidang Akademik UMY Sukamta saat menyampaikan pemaparannya dalam acara Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2019. - Ist/UMY.
13 Juli 2019 23:07 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membuat program Kampus Senyaman Teman yang merupakan singkatan dari kampus sehat, nyaman, tertib, aman.

Program itu digulirkan dalam upaya mengurangi permasalahan perokok di Indonesia yang semakin tahun persentasenya semakin meningkat, UMY berkomitmen untuk ikut menanggulangi persoalan tersebut. Untuk menerapkan program itu, secara khusus UMY membentuk satgas demi mensukseskan Kampus Senyaman Teman.

Wakil Rektor Bidang Akademik UMY Sukamta program Kampus Senyaman Teman tersebut akan melibatkan seluruh civitas akademika UMY. Karena itu pula dibentuklah tim satgas yang terdiri dari Pimpinan Universitas, Pimpinan Fakultas dan Prodi, Unit-unit kerja, Satpam, dan organisasi-organisasi kemahasiswaan.

Tugas mereka nantinya akan melakukan tindakan persuasif, seperti mengkampanyekan dan mengajak sesama teman agar bisa ikut mengimplementasikan program Kampus Senyaman Teman. Ia menilai seringkali ajakan akan lebih mudah dipatuhi jika teman sendiri yang memberi tahu.

“Baru kemudian bila terjadi ketidaktaatan atau pelanggaran, maka akan dibina langsung oleh lembaga-lembaga yang telah kami tunjuk, seperti MTCC, pusat disabilitias, klinik Firdaus, klinik berhenti merokok di AMC, dan pembinaan langsung dari pimpinan universitas yakni Wakil Rektor Bidang Sumberdaya Manusia,” terangnya dalam rilisnya.

Hal itu diungkapkan Sukamta dalam acara puncak perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2019, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) UMY. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (11/7/2019), di Gedung KH. Ibrahim E.6 Kampus Terpadu UMY.

Rektor UMY Gunawan Budiyanto menambahkan, pihaknya konsisten lima kali berturut turut memenangkan green campus award. Oleh karena itu UMY sangat fokus dalam kegiatan kebersihan dan kesehatan lingkungan di kampus. Karena prestasi akademik sangat berhubungan dengan kesehatan lingkungan kampus.

Tidak hanya tentang bahaya merokok, instrumen dari program Kampus Senyaman Teman ini menurut Gunawan juga memiliki empat poin penting, yaitu kampus bebas asap rokok; kampus bersih hijau; kampus ramah disabilitas; serta kampus tertib dan aman.

Begitu juga dengan Arsitektur pembangunan gedung di UMY juga mulai dipikirkan agar berkonsep green dan ramah disabilitas. Salah satu contoh pembangunan gedung baru UMY yang menggunakan konsep green dan ramah disabilitas adalah gedung admisi yang terletak di bagian depan kampus.

“Harapannya dengan dibangunnya gedung berkonsep green ini bisa menginovasi UMY untuk membangun gedung berkonsep green kedepannya dan semakin banyak penghargaan yang diraih,” ucapnya.