Siapkan Kartu BPJS, Jadwal SIM Keliling Sleman Hari Ini di MPP
Jadwal layanan SIM Polresta Sleman Agustus 2026 telah dirilis. Cek lokasi SIM Keliling, MPP, SIMMADE, jam layanan, dan syarat perpanjangan.
Wisuda di Stipram Yogyakarta, Kamis (11/7/2019). /Ist-Stipram.
Harianjogja.com, JOGJA--Bidang pariwisata saat ini dituntut untuk mengikuti model seperti industri 4.0 jika tidak ingin ketinggalan dengan negara lain. Sejumlah hal yang harus diperhatikan seperti sumber daya manusia (SDM), kesadaran masyarakat, fasilitas hingga perhatian pemerintah. Perguruan tinggi mengambil peran cukup penting dalam menciptakan SDM yang memadai.
Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) Suhendroyono dalam wisuda lulusan diploma, sarjana dan magister Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta, Kamis (11/7/2019). Wisuda itu diikuti sebanyak 1.162 orang, terdiri atas D3 Perhotelan sebanyak 609 orang, S1 Pariwisata 537 orang dan 16 orang dari S2 Pariwisata.
“Bangsa Indonesia memiliki model yang bagus untuk menjalankan model 4.0, terutama bidang pariwisata, peningkatan jumlah wisatawan, daya jual hotel dan restoran sangat mendukung terciptanya industri glonbal 4.0,” terang Suhendroyono dia dalam rilisnya.
Ia menyadari bahwa pariwisata saat ini dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan era 4.0. Untuk dapat menciptakan hal itu maka dibutuhkan beberapa hal, mulai dari SDM, kesadaran masyarakat, fasilitas dan perhatian pemerintah. Guna menghasilkan SDM berkualitas, perguruan tinggi pariwisata harus siap bersaing dengan perguruan tinggi asing, bahkan SDM asing.
“Saat ini ilmu pariwisata di Indonesia semakin diminati, terbukti membludaknya pendaftar yang masuk ke bidang pariwisata, terutama sejak digulirkannya pariwisata sebagai ilmu di 2008, pariwisata sebagai jurusan yang menjadi primadona,” kata pria yang juga Ketua Stipram Yogyakarta ini.
Pihaknya sepakat, setiap perguruan tinggi pariwisata harus mengikuti perkembangan pariwisata saat ini. Pemerintah telah menetapkan target kunjungan wisatawan 20 juta orang pada 2019, perguruan tinggi pariwisata harus mampu memberikan kontribusi atas target tersebut. Indonesia memiliki potensi wisata yang besar, namun jika tidak dapat mengelola dengan baik maka perkembangan pariwisata maka akan tertinggal dengan negara lain.
“Teknologi dan industri saat ini sudah berjalan beriringan maka perkembangan saat ini bukan hanya era milenial saja tetapi sudah masuk di tahap industri global 4.0 bahkan mulai merembet ke 5.0 di beberapa negara. Ini harus disikapi dengan jelas agar kita terutama pariwisata tidak tertinggal jauh dengan negara lain,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal layanan SIM Polresta Sleman Agustus 2026 telah dirilis. Cek lokasi SIM Keliling, MPP, SIMMADE, jam layanan, dan syarat perpanjangan.
Dua gajah sumatera Deo dan Sinta tiba di Tabang Zoo setelah menempuh perjalanan lima hari dari Gembira Loka Zoo Jogja.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.
KAI menghadapi persoalan pembebasan lahan dalam pembangunan jalur kereta baru di Sumatra, Kalimantan, dan Bali.
Pelajar di Kota Jogja didorong tak hanya menggunakan hak pilih, tetapi ikut mengawasi kinerja wakil rakyat dan kebijakan pemerintah.