Ratusan HT Disita dari Jemaah Haji Asal Probolinggo

Panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) embarkasi Surabaya menyita sebanyak 250 handy talkie (HT) milik jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo. - Ist
11 Juli 2019 19:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SURABAYA – Panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) embarkasi Surabaya menyita sebanyak 250 handy talkie (HT) milik jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo. Ratusan HT tersebut disita ketika jamaah calon haji yang tergabung dalam kloter 13 ini hendak berangkat ke Bandara Juanda Surabaya, Kamis (11/7/2019) dini hari.

Petugas melakukan penyitaan terhadap ratusan HT tersebut karena sesuai regulasi yang ada. Jamaah haji dilarang membawa HT dengan alasan apapun. Ratusan HT ini ditemukan pada tas kabin milik para jamaah.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Jamal, menjelaskan pihaknya menemukan 250 HT pada tas kabin milik jamaah haji asal Probolinggo. Berdasarkan pengakuan dari jamaah, mereka membawa HT untuk mempermudah komunikasi ketika berada di Tanah Suci.

"Kita terpaksa melakukan penyitaan karena regulasinya menyebutkan jamaah calon haji dilarang membawa HT. Kita harus mematuhi regulasi itu. Kejadian serupa pernah terjadi pada musim haji 2017, tapi ditemukan di Bandara Madinah," ujar Jamal, Kamis (11/7/2019).

Jamal menambahkan, pihaknya mengimbau para jamaah supaya mematuhi regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Jamaah harus membawa barang yang diperbolehkan dalam regulasi dan tidak membawa barang yang dilarang.

"Pagi tadi ada tiga kloter yang diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya ke Bandara Juanda. Meliputi kloter 12 [Sampang, Surabaya dan Blitar], disusul kloter 13 dan 14 dari Kabupaten Probolinggo," tuturnya.

Sumber : Okezone.com