Jakarta Tak Masalah Banyak Pendatang Baru Usai Lebaran 2019

Penumpang kereta api tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (9/6/2019). - Suara.com/Arief Hermawan P
10 Juni 2019 15:07 WIB Newswire News Share :


Harianjogja.com, JAKARTA-- Libur Lebaran telah usai. Warga yang bekerja di Jakarta sebagian besar telah kembali ke perantauan dari kampung halaman mereka. Tak sedikit warga di desa yang ikut berangkat merantau ke Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mempersoalkan kehadiran pendatang baru yang masuk ke Jakarta usai lebaran 2019. Ia menyebut, mereka harus mendapat jaminan lapangan pekerjaan di Ibu Kota.

Anies menyatakan, fenomena urbanisasi usai lebaran dengan tujuan Jakarta sudah menjadi hal yang lumrah setiap tahunnya.

"Jakarta sudah sekian tahun mengalami lebaran, tiap tahun alami mudik, tiap tahun alami arus balik," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Mantan Mendikbud itu juga tak risau jika para pendatang ini akan menimbulkan masalah baru di Jakarta seperti pemukiman kumuh. Masalah itu bisa diselesaikan dengan lapangan pekerjaan yang pasti.

"Yang penting adalah lapangan pekerjaan. Jadi kita mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, maka akan mendapat pekerjaan yang baik. Dengan mendapatkan pekerjaan yang baik, otomatis tempat tinggal pun akan lebih baik," jelasnya.

Anies kemudian mengklaim pertumbuhan ekonomi dan inventasi di Jakarta semakin baik. Sehingga Ibu Kota masih jadi magnet yang kuat bagi masyarakat.

"Jadi dorongan kita adalah pada pertumbuhan ekonomi dan alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi di Jakarta itu di atas rata-rata nasional dan kita akan terus mendorong dengan kemudahan izin berusaha," ujar Anies.

Untuk mendata para pendatang, Pemprov DKI akan melakukan pendataan dan pembinaan kepada pendatang baru yang masuk ke Ibu Kota usai libur lebaran 2019. Proses itu akan dilakukan mulai 14 Juni hingga 3 Juli mendatang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Dhany Sukma mengatakan, pendataan dilakukan oleh pengurus RT dan RW setempat dengan cara mendatangi satu per satu rumah warga atau door to door.

Sumber : Suara.com