Rawan Bencana, KAI Dimintai Mewaspadai Jatim dan Jabar

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (kiri) berbincang dengan petugas kepolisian saat meninjau pintu keluar Brebes Barat, Jawa Tengah, Minggu (19/5/2019). - Ist/Antara.
26 Mei 2019 14:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau persiapan angkutan mudik lebaran dengan kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Menurutnya yang perlu diperhatikan yaitu fasilitas dan daerah rawan bencana.

Ditemani Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menhub Budi Karya menghimbau PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) bersama Dirjen Perkeretaapian untuk meningkatkan kewaspadaan khususnya didaerah rawan bencana seperti longsor, banjir, ambles. Hal tersebut dinilai bisa meminimalkan hasil resiko kecelakaan pada mudik lebaran.

"Hasil temuan saya mendapatkan laporan sarana prasarana yang harus diperbaiki. Saya meminta kepada kepala Dirjen Kereta Api dan KAI untuk menindak lanjuti temuan tersebut," ujar Menhub Budi Karya Sumadi di Stasiun Gambir, Minggu (26/5/2019).

Diketahui, mudik menggunakan kereta api masih menjadi favorit khususnya di Pulau Jawa. Menurutnya daerah yang perlu perhatian dari daerah rawan bencana yang harus ditingkatkan kewaspadaan yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Perlu diwaspadai lintasan kereta api rekan-rekan kita dalam keadaan puasa harus sigap melaksanakan tugas kedua daerah banjir dan longsor. Daerah yang riskan Jawa Barat bagian Selatan Jawa Timur yang terkadang banjir harus mendapat perhatian," tambahnya.

Menhub Budi Karya menuturkan untuk tiket kereta api yang sudah habis terjual untuk H-7 hingga H+7 lebaran yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ia memprediksi jumlah pemudik ditahun 2019 akan meningkat 6,4 juta orang naik 3,4 persen dari tahun 2018 6,2 juta orang.

"Jumlah penumpang 3,4 persen naik dari tahun 2018 yaitu 6,2 juta menjadi 6,4 juta penumpang," katanya.

Sumber : Antara