Tiket Kereta Api pada 23 Desember 2022 Jadi Terlaris
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
Suwandi masih menjual nasi box-nya sembari melihat keadaan ketika aparat kepolisian mensterilkan sepanjang jalan Thamrin dari massa Aksi Demo 22 Mei/Bisnis-Aziz Rahardyan
Harianjogja.com, JAKARTA — Masker hitam menutupi wajah Suwandi. Dari balik kegelapan, yang terlihat hanya olesan pasta gigi yang melingkari pipi dan dahinya untuk meredam pedasnya gas air mata.
Hal ini dia gunakan untuk berlindung dari kepulan asap gas air mata, yang ditembakkan aparat kepolisian pada massa Aksi Demo 22 Mei, Rabu (22/5/2019) malam, sepanjang jalan Thamrin hingga kantor Bawaslu RI.
"Makan dulu, mas. Diisi dulu perutnya," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (22/5/2019) sembari membuka masker hitamnya, ramah pada setiap yang lewat di depan kantor Kemenkomaritim, tempatnya berjualan.
Apabila kurang cermat, kehadiran Suwandi jelas sulit disadari. Di samping massa aksi yang mondar-mandir berteriak \'maju\', \'tahan\', sambil sesekali melempar sesuatu, rambut putih Suwandi beserta tumpukan box sterofoam di sampingnya, kemungkinan besar kita acuhkan.
Ya, Suwandi menjual nasi kotak dengan harga Rp10.000. Tetapi, daripada memikirkan harga, Suwandi jelas seorang pahlawan di antara massa aksi yang kelelahan atau orang-orang yang belum berbuka puasa.
Ketika berbincang dengan Bisnis, box sterofoam yang berisi sekepal nasi, tiga butir baso, sayur buncis, dan irisan Bandeng itu telah tersisa 50 kotak. Suwandi mengaku membawa hampir 200 kotak dari rumahnya di bilangan Bekasi.
"Waktu ramai [demo Bawaslu] kemarin saya juga jualan mas. Alhamdulillah, habis, sampai sahur masih ada saja yang beli," ungkapnya.
Pengalaman ini nyatanya terbukti. Dengan gestur yang tenang, Suwandi tak pernah beranjak, sejak ramai dentuman mercon dan gas air mata tepat di depan wajahnya, hingga sepanjang jalan Thamrin steril disisir Barikade Sabhara dan Brimob Polri.
Di samping berjualan, Suwandi pun mengurusi massa aksi, minimal melontarkan perhatian pada setiap yang ingin beristirahat.
Bahkan, ketika barikade mulai mendekat, dirinya ikut mengingatkan aparat keamanan yang hampir emosi saat menggiring massa yang tersisa. Beruntung, tak ada persekusi dilakukan aparat kepolisian di depan matanya.
"Loh, saya kan jualan. Kalau saya ya, santai saja, masa mau ditangkep," celetuknya ringan, sembari menghisap sebatang kretek.
Suwandi mengaku tak akan pulang ke rumah hingga menjelang sahur. Suwandi berharap suasana bisa kondusif setelah sempat memanas sejak maghrib, setelah waktu berbuka puasa.
Tetapi, apabila massa dan aparat kembali saling berhadapan, Suwandi justru akan menghampirinya. Sekadar menghabiskan dagangan, dengan memberikan secara cuma-cuma nasi dan lauk yang tersisa, rasanya sudah cukup membuatnya bahagia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Kantor PJR Prambanan mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Ruang digital DIY dinilai rentan hoaks, radikalisme, dan penipuan online. Literasi digital masyarakat masih tertinggal dari akses teknologi.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 19 Mei 2026 di Wiladeg Karangmojo dan titik layanan lain untuk perpanjangan SIM A dan C.