Menteri PU: Jalan Tol Harus Buka Akses ke Pusat Ekonomi
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Tanah Longsor - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SUNGAILIAT—Bencana tanah longsor di lokasi tambang bijih timah Desa Pemali, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, menelan korban jiwa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka mencatat enam pekerja tambang ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah.
Peristiwa tersebut melibatkan delapan pekerja tambang bijih timah di Kecamatan Pemali Bangka yang tertimbun saat aktivitas penambangan berlangsung. Dari jumlah tersebut, satu orang berhasil ditemukan selamat dengan kondisi luka, sementara satu korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Kepala BPBD Kabupaten Bangka, Rusmansyah, mengatakan enam korban meninggal dunia ditemukan secara bertahap oleh tim gabungan. Tiga korban ditemukan pada Senin (2/2) malam, sedangkan tiga korban lainnya ditemukan pada Selasa (3/2) dini hari.
“Dari delapan orang pekerja yang tertimbun, enam orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, satu orang selamat meski mengalami luka di bagian kaki, dan satu orang lainnya masih belum ditemukan,” kata Rusmansyah di Sungailiat, Selasa.
Ia menjelaskan, proses pencarian korban yang belum ditemukan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi, dimulai sekitar pukul 06.00 WIB, dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur.
“Tim gabungan melanjutkan pencarian satu orang korban yang belum ditemukan hari ini, dengan mengerahkan peralatan berat dan dukungan logistik di lapangan,” jelasnya.
Rusmansyah menambahkan seluruh korban, baik yang ditemukan meninggal dunia maupun korban selamat yang mengalami luka, telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit guna proses identifikasi serta penanganan medis lebih lanjut.
Musibah tanah longsor tersebut terjadi pada Senin (2/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian, para pekerja tengah melakukan aktivitas pencarian bijih timah ketika secara tiba-tiba tanah di sekitar lokasi tambang longsor disertai suara keras.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, aktivitas penambangan bijih timah yang mengalami longsor diduga merupakan tambang inkonvensional milik pribadi yang tidak dilengkapi dokumen perizinan resmi, meskipun berada di atas wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.
Dalam upaya percepatan pencarian korban yang masih hilang, tim SAR gabungan mengerahkan alat berat seperti ekskavator serta perlengkapan pendukung lainnya untuk menyingkirkan material longsoran.
“Kami berharap tim gabungan dapat segera menemukan satu orang korban yang hingga kini belum ditemukan. Proses pencarian terus dimaksimalkan dengan penggunaan alat berat agar berjalan lebih cepat dan aman,” ujar Rusmansyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI dan Aida Budiman sebagai Deputi Senior. DPR segera gelar fit and proper test.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.